OLEH: SAIPUDIN IKHWAN (BOBOY)
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UR 2010
Ketika kita mendengar kata mahasiswa maka apa yang terlintas dipikiran kita?. Apapun itu, mahasiswa adalah seseorang yang secara resmi terdaftar di perguruan tinggi. Mahasiswa menurut banyak orang adalah agent of change dan agent of control, (agen perubahan dan agen pengontrol). Lalu apa yang dikontrol oleh mahasiswa?.
Sering kita mendengar atau melihat sekelompok mahasiswa yang berdemonstrasi di jalan untuk menuntut kebijakan pemerintah, apakah ini bentuk dari kontol dan perubahan yang dilakukan oleh mahasiswa?.
Ada juga mahasiswa yang kerjanya berorganisasi, lambat selesai kuliah karena alasan mengabdi dengan mengikuti dan berkecimpung di berbagai organisasi. Apakah ini bentuk dari kontrol dan perubahan yang dilakukan mahasiswa?.
Tak jarang juga kita jumpai sekelompok mahasiswa yang selalu berada di perpustakaan, kerjanya hanya membaca dan belajar dari buku-buku; bisa dikatakan tidak pernah turun kejalan untuk melakukan demonstrasi menuntut keadilan melawan tembok penguasa. Apakah ini bentuk dari kontrol dan perubahan yang dilakukan mahasiswa?.
Selanjutnya, ada juga mahasiswa yang kuliah, namun tidak ada yang dikerjakannya setelah kuliah, selain bekerja untuk memenuhi kehidupannya dan untuk membiayai kuliahnya. Apakah ini juga merupakan bagian dari perubahan dan kontrol yang sering kita dengar tersebut?.
Lalu sering juga kita melihat mahasiswa yang kerjanya adalah belajar apa adanya, dan setelah kuliah mereka bertaburan di warnet-warnet atau di lapangan futsal dan ada yang di mall-mall. Apakah ini juga merupakan bentuk dari perubahan dan kontrol yang dilakukan mahasiswa?.
Lalu kita sering mendengar sebutan aktivis mahasiswa, apa lagi ini? Apa yang dimaksud dengan aktivis mahasiswa?, apakah mahasiswa yang demonstrasi di jalanan, atau mahasiswa yang kerjanya belajar dan belajar, atau mahasiswa yang menyalurkan bakatnya di warnet-warnet dan lapanjgan futsal tadi?, atau mahasiswa yang aktif di organisasi?.
yang ada dalam pikiran banyak orang, bahwa yang dikatan aktivis mahasiswa adalah mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi atau yang berorganisasi dan membuat kegiatan dikampus.
Hahaha., bingung juga ya, terlalu banyak jenis mahasiswa, berbagai macam bentuk dan perangai. Tapi kali ini saya harus menyampaikan kepada rekan-rekan, bahwa mahasiswa sekarang dan nanti memainkan peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Masa depan bangsa ini ada di tangan pemuda (mahasiswa). Mengapa tidak, karena mahasiswa adalah para pemuda yang memiliki kesempatan mengeyam pendidikan tinggi, dan setelah mereka selesai dalam proses pendidilkannya, mereka akan berada dalam kehidupan masyarakat, mereka akan menjadi pemimpin, mereka akan memasuki setiap lapangan kerja, ada yang jadi dokter, karyawan, pengusaha, pemerintah dan lain-lain. Mereka akan memainkan peran penting ditengah – tengah masyarakat.
Di sinilah (setelah selesai kuliah) para mahasiswa masuk pada kehidupan nyata, karena dikampus hanyalah tempat mereka belajar. Mengapa saya katakan kehidupan nyata? Artinya dikampus mahasiswa berada dalam kehidupan nyang tidak nyata alias abstrak!, Uptss, jangan marah dulu, nanti saya akan jelaskan mengapa saya katakan seperti ini.
Aktivis = Aktiv = is.
Aktiv = bergerak, melakukan sesuatu, tidak mati.
Is = adalah / seseorang/ manusia.
Jadi aktivis adalah seseorang yang bergerak dan melakukan sesuatu. Maka aktivis mahasisswa adalah = seorang mahasiswa yang aktif dan melakukan sesuatu.
Nah, dalam konteks bernegara, apapun yang anda lakukan (yang penting baik) dengan semangat pengabdian dan kebenaran untuk kepentingan negara, maka anda adalah aktivis!
Jika anda membaca dan belajar dengan tekun, dengan niat untuk mengembangkan diri agar dapat mengabdi kepada bangsa dan negara anda adalah aktifis.
Jika anda bermain futsal, berlatih anda adalah aktivis futsal, dan berusaha untuk membuat dunia per-futsalan menjadi lebih baik, maka anda adalah aktivis futsal (olah raga). Jika anda berorganisasi, dan mengambangkan organisasi tersebut, maka anda aktivis organisasi.
Jika anda berkesenian, dan berjuang mengembangkan kesenian, maka anda alah aktivis seni. Jika anda berwirausaha, anda adalah aktivis wirausaha, dan seterusnya, yang penting untuk negara. jika anda bergerak dijalan demonstrasi untuk mewujudkan keadilan, maka anda adalah aktivis juga. Tapi jika anda hobi mencuri, maka anda tidak dapat dikatakan aktivis mahasiswa.
Dimanapun anda berada, apapun hoby dan kebiasaan anda, anda adalah aktivis jika anda aktif dalam membantu dan mengabdikan hidupnya untuk kepentingan bersama. Perasaan hidup yang tidak nyaman dilingkungan sekitar menjadikan hati dan pikiran anda gerah dan menimbulkan rasa ingin begerak untuk mengembalikan tatanan kehidupan menjadi lebih baik dan nyaman.
Ciri-ciri aktivis:
1. Paham
Seorang aktivis harus paham denga apa yang dilakukannya, dan apa yang akan dilakukannya. Tanpa disadari kepahaman, aktivis tidak akan tahu apa yang akan dikerjakan untuk mengembalikan kondisi kepada apa baiknya dan kenyamanan bersama.
2. Ikhlas
Banyak permasalahan yang akan dihadapi aktivis, mulai dari manajemen matku, krisis harta yang dimiliki, dan kelelahan mental. Aktivis dalam menjalani hidupnya haruslah ikhlas, karena banyak permasalahan yang akan dihadapi. Dengan keikhlasan, seorang aktivis akan menghadapi masalah-masalah itu dengan tenang.
3. Berbuat
Rasa tidak nyaman yang dirasakan oleh aktivis akan menimbulkan rasa untuk berbuat sesuatu agar terciptanya rasa nyaman dalam menjalani kehidupan.
4. Pengorbanan
Seorang aktivis harus siap untuk berkorban demi terciptanya kepentingan bersama yang diinginkan. Aktivis harus berani mengorbankan waktu, tenaga, pikiran dan uang untuk tetap menjadi seorang aktivis sejati yang senantiasa menjungjung tinggi kebenaran dan keadilan.
5. Konsisten
Konsisten diperlukan untuk membangun karakter yang unggul dalam suatu bidang. Aktivis pun di tuntut konsisten terhadap semua yang berhubungan dengan dunia keaktivisannya dan konsisten dengan visi yang dibentuk. Banyak orang yang mengaku aktivis namun tidak mau berjuang dan bekorban. Aktivis seperti itu hanyalah mau terkenal dan tenar saja.
6. Totalitas
Totalitas merupakan puncak tertinggi dari seorang aktivis. Seorang aktivis yang totalitas adalah aktivis yang total dalam berkorban, total dalam patuh terhadap visi.
7. Persaudaraan
Seorang aktivis tidak mampu berjuang sendirian, kehadiran teman ataupun sahabat sangat berarti dalam kehidupan seorang aktivis. Persaudaraan yang kuat akan menjadikan pergerakan yang lebih bermakna karena dengan adanya persaudaraan dapat saling membantu dan sebagai pengingat dan teman sharing di saat senang ataupun susah
8. Jujur
Tanpa kejujuran seorang aktivis akan tidak berarti, karena atas kejujuranlah seorang aktivis bergerak. Kejujuranlah yang membuat aktivis bertahan dengan godaan dan rayuan penguasa untuk membuat aktivis berhenti bergerak.
Anda mengatakan bahwa anda aktivis mahasiswa, anda harus memiliki hal diatas. Namun sekali lagi, jika anda masih berada dalam kampus, dan menyandang stattus mahasiswa, maka anda berada dalam dunia abstrak.
oke, karena saya sudah berjanji untuk menjelaskan, mari simak dengan baik apa yang saya tulis ini. Alasan mengapa ketika dikampus mahasiswa saya katakan berada dalam kehidupan yanbg abstrak.
Mari kita mulai,
Ingat, Kampus Hanya Tempat Mencetak
Perguruan Tinggi itu diadakan adalah untuk mencetak para profesional. Saya ulangi “adalah untuk mencetak”. Artinya pada saat anda masih menjadi mahasiswa anda masih dalam proses pembentukan, dan ketika anda telah keluar dari kampus baru bisa dilihat apakah anda behasil tercetak menjadi insan akademis yang berkualitas dan mampu berkonstribusi untuk bangsa dan negara.
Anda mungkin aktif dan hebat ketika menyandang status sebagai mahasiswa, berorganisasi, berdemonstrasi, belajar dengan serius. Tapi anda akan benar-benar dikatakan hebat ketika setelah anda lulus anda masih aktif dan berkarya serta ikut membangun bangsa ini.
Sering kita lihat para mahasiswa yang hebat ketika kuliah, terkenal aktif, jujur dan bertanggung jawab, namun setelah tamat ternyata bekerja hanya untuk menambah harta, tidak untuk bangsa, bahkan banyak yang terjerat kasus korupsi.
Nah, untuk membuktikan anda berhasil tercetak dan berhasil mencetak diri menjadi aktivis sejati adalah ketika anda selesai kuliah, bukannya selagi mahasiswa. Namun demikian, saat mahasiswa anda harus belajar merasakan, belajar melihat, belajar membela, belajar dan belajar lagi, sekali-kali praktek, namun tetap juga pada koridor belajar. Ilmu yang anda dapat selama proses belajar selagi jadi mahasiswa harus anda buktikan setelah anda tidak lagi menjadi mahasiswa.
Tanpa menafikkan peran mahasiswa yang telah tercatat dalam sejarah perjalan bangsa, yang berkali kali menjadi motor penggerak perubahan. Anda tetap harus menyelesaikan kuliah dengan baik, ingat! Dengan baik, bukan dengan cepat!, banyak orang salah artikan ini. Tidak selama selesai cepat itu baik.
Selesai dengan baik adalah ketika kita anda telah menuntaskan keilmuan kita dengan semangat pengabdian.
Tantangan anda ketika setelah selesai akan lebih menarik dan lebih menantang, karena anda akan dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang rumit, tekanan ekonomi, keluarga, dll. Maka dari itu, selagi mahasiswa pergunakanlah waktu anda sebaik-baiknya untuk belajar, melihat, merasakan dan berbuat. Anda ditunggu oleh masyarakat untuk mengabdikan diri kepada mereka, masyarakat menanti kehadiran anda untuk menerapkan keilmuan yang anda perloleh selama kuliah. Apakah anda tega membuat masyarakat menunggu lebih lama lagi dengan berlama-lama di kampus?. Maka segera tuntaskan keilmuan anda, dan terjunlah kemasyarakat.
(*)