Istrinya diperkosa di depan mata, alasan Aswadi mutilasi tetangganya

Senin, 26 Januari 2015

post

INHILKLIK.COM - Pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan Aswadi bin Buhir (30), warga Desa Tanjung Lago, Kecamatan Tanjung Lago, Banyuasin, Sumsel, terhadap tetangganya Andi bin Aziz (22) dipicu dendam kesumat. Korban tewas dan tubuhnya dimutilasi menjadi tiga bagian.

Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Harmianto menjelaskan, tersangka Aswadi sudah lama menaruh dendam kepada korban setelah mengetahui istrinya diperkosa korban beberapa waktu sebelum pembunuhan. Ironisnya, peristiwa perkosaan itu saksikan langsung oleh tersangka dengan mata kepalanya sendiri.

Saat perkosaan itu berlangsung, tersangka tidak bisa berbuat apa-apa. Namun, akhirnya tersangka menyusun siasat untuk menghabisi nyawa temannya itu.

"Pembunuhan itu dipicu dendam. Tersangka mengaku menyaksikan korban memperkosa istrinya," ungkap Harmianto, Senin (26/1).

Dijelaskannya, sejak perkosaan itu, tersangka terus mencari cara agar dendamnya kesampaian. Kemudian muncul ide untuk mengajak korban mencari kayu gelam di hutan. Namun, rencananya berkali-kali gagal lantaran korban tidak bersedia.

Hingga akhirnya, dendam tersangka baru bisa dilampiaskan beberapa hari kemudian ketika korban ikut mencari kayu di sekitar Sungai Deras, Desa Muara Padang, Banyuasin. Saat itu mereka ditemani satu warga lain berinisial JH, yang kini baru ditetapkan sebagai saksi.

"Tersangka sudah merencanakan pembunuhan itu jauh hari. Padahal, saat kejadian ada kerabat korban yang turut menyaksikan pembunuhan itu," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Aswadi nekat membunuh dan memotong-motong tubuh korbannya, Andi bin Aziz di sekitar Sungai Deras, Desa Muara Padang, Banyuasin, Sabtu (17/1). Tersangka Aswadi baru tertangkap di rumahnya setelah mendapat laporan orangtua korban, Jumat (23/1) pukul 14.30 WIB.

Dari pengakuan tersangka, dia membunuh korban diawali dengan bacokan di bagian belakang dengan sebilah parang. Melihat korban terkapar, pelaku mengeluarkan kapak dan memotong kepala, badan dan bagian pinggang, hingga korban tewas.

Pembunuhan itu terjadi saat korban dan tersangka bersama seorang warga berinisial JH, mengambil kayu gelam di lokasi kejadian. Di perjalanan, korban berjalan paling depan. Saat itulah, tersangka menghabisi nyawa tetangganya itu. Sementara JH mengaku histeris namun tak bisa berbuat banyak. (Merdeka)