INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Keinginan Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan untuk melaksanakan tes urine bagi pejabat di lingkungan Pemkab Inhil dipertanyakan. Soalnya, hingga saat ini tes tersebut belum kunjung dilaksanakan.
"Kita bertanya-tanya kapan tes urin yang dikatakan Bupati kemarin akan dilaksanakan. Kenapa hingga memasuki minggu terakhir Januari ini belum juga terlaksana," kata Hidayat Hamid, Wakil Ketua KNPI Inhil, Ahad (25/01/2015).
Menurut Dayat, demikian dia biasa disapa, masyarakat akan mendukung penuh kebijakan Bupati tersebut. "Masyarakat tentunya menginginkan pejabat bersih dari benda-benda haram tersebut," katanya.
Dayat akan sangat menyayangkan jika tes urine tersebut gagal dilaksanakan. Sebab, jika ada oknum pejabat yang memakai barang-barang haram tersebut, tentu tidak akan bisa menjalankan tugasnya dengan baik.
"Logisnya, barang-barang haram itu kan mahal. Apakah dengan gaji saat ini pejabat bisa memenuhi kebutuhannya tersebut. Selain itu, obatan-obatan terlarang akan mempengaruhi fungsi saraf pemakainya sehingga kinerjanya tentu akan terganggu," kata Dayat.
Untuk diketahui, awal tahun 2015, Bupati Inhil, HM Wardan melontarkan pernyataan kepada media bahwa akan melakukan tes urin bagi seluruh pejabat dilingkungan Pemkab Inhil.
"Tes ini bukan untuk mencari kesalahan seseorang, namun merupakan bentuk keinginan kita untuk menciptakan seorang pemimpin yang bersih dan betul-betul layak menjadi pemimpin yang diteladani masyarakat Inhil," ungkap Bupati. (Situsriau)