Petani Inhil Berlomba-lomba Tambah Lahan Perkebunan Sawit

Jumat, 23 Januari 2015

post

Kebun sawit / Foto: skgroup.co.id
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Stabilnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dalam beberapa waktu ini membuat petani semakin berlomba-lomba untuk menambah luas areal perkebunan mereka.

‘’Kalau harganya stabil, dapat kami pastikan bahwa rekan-rekan petani di sini akan menambah luas kebun mereka. Karena tanaman ini masih menjadi komoditi yang banyak diminati,’’ ujar Eko (44), petani sawit Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (22/1).

Perluasan kebun tidak bisa dihindari. Sebab ada sejumlah masyarakat lain yang memiliki lahan berkeinginan untuk menanam sawit. Apalagi dengan semakin membaiknya harga jual TBS sawit pada beberapa daerah.

‘’Dengan demikian warga beranggapan perkebunan kelapa sawit merupakan yang paling menjanjikan untuk mendapatkan penghasilan. Ditambah lagi dengan durasi panennya dua kali dalam satu bulan,’’ papar bapak dua anak itu.

Senada, Ade petani sawit Kecamatan Tempuling lainya mengatakan, meski hanya memiliki kebun sawit 2 hektare, namun ia tetap berusaha untuk memperbanyak tanaman itu. Bahkan ia harus rela untuk mencari penghasilan tambah demi mewujudkan keinginan tersebut.

‘’Tidak masalah bagi saya untuk bekerja keras, yang penting bisa menambah luas kebun ini. Sebab, kalau kebun sawit saya sudah banyak, secara otomatis menambah penghasilan keluarga,’’ katanya.

Tidak hanya itu, bentuk lain bahwa masyarakat sangat mendambakan kebun sawit mereka harus menyerahkan lahan kepada pihak ketiga. Dengan harapan, bisa memiliki kebun sawit dalam waktu dekat. ‘’Ada yang punya lahan, tapi tidak punya modal. Mereka serahkan lahan itu dengan orang lain, nanti baru dibagi dua setelah kebuh sawitnya ditanami,’’ imbuhnya. (*)


Source: Riauaksi.com