 |
| Ilustrasi 9Internet) |
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Melalui Alokasi Dana Desa (ADD), Desa Sungai Rukam, Kecamatan Enok, melakukan instalasi saluran air menuju ke rumah para warga.
Pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Sungai Rukam berupa pemasangan saluran air ini, dimaksudkan untuk menyediakan pasokan air bagi warga yang selama ini mengalami kesulitan untuk mengakses air bersih.
Menurut penuturan Kepala Desa (Kades) Sungai Rukam, Rasyidi, penyediaan air bersih tersebut, diawali dengan pembuatan sumur bor sebagai sumber air dan pengadaan pompa air untuk menyedot air tanah ke permukaan, sehingga bisa langsung dialiri ke rumah para warga.
"Terdapat 2 sumur bor dan 2 pompa air yang diadakan oleh Pemerintah Desa Sungai Rukam. Selain itu, juga rencananya akan diadakan dan dipasang 1 buah meteran air," ungkapnya kepada awak media melalui sambungan seluler, Kamis (27/10/2016) sore.
Saat ini, Rasyidi menambahkan, masih terdapat kekurangan biaya pengadaan peralatan dan perlengkapan instalasi air untuk 1 kawasan Rukun Tetangga (RT) di Desa Sungai Rukam.
"Pihak Desa tengah mencari solusi guna mengatasi kekurangan tersebut. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat teratasi. Agar seluruh kawasan di Desa Sungai Rukam dapat menikmati air bersih secara merata," tukasnya.
Dalam pelaksanaannya nanti, Rasyidi menjelaskan, para warga akan dikenakan biaya sebesar Rp. 25.000/rumah/bulan untuk kompensasi biaya perawatan dan pulsa elektronik operasional penyaluran air tersebut.
Selain pembangunan non-fisik berupa instalasi saluran air, Rasyidi mengatakan, Desa Sungai Rukam juga melaksanakan prioritas pembangunan lainnya menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) yang diperoleh pada tahun ini. Dan semuanya, lanjut Rasyidi, hampir rampung.
"Untuk fisik, ada 16 paket proyek pembanguna berupa jalan dan jembatan. Untuk jalan ada 13 paket penimbunan dan semenisasi di 2 lokasi. 1 paket lagi itu untuk pembangunan jembatan," katanya.
"Jika diakumulasikan, tingkat penyelesaian kesemua proyek pembangunan fisik tersebut telah mencapai 80%. Sisanya, Insya Allah dalam waktu dekat bisa diselesaikan," tutup Rasyidi.
Dedek | harianriau.coPratama/Adv