Apakah kamu pemburu senja? Mencintai ketenangan yang dihadirkan oleh semburat mentari kala menuju peraduannya? Senja sejatinya tidak hanya menarik bagi mereka yang mencintainya, melainkan bisa dengan mudah dicintai oleh siapapun. Itulah keajaiban senja. Keajaiban yang diciptakan Sang Maha Cipta sebagai bentuk pengingat umatnya untuk setidaknya meluangkan sedikit waktu menikmati keindahan alami dari rutinitas alam.
Detik-detik matahari menghilang di balik cakrawala ufuk barat tak jarang memberi nuansa syahdu tak terlupa. Semburat jingga di langit senja menggoreskan suasana yang berbeda. Meski tak lama, hadirnya mampu mengundang pesona. Itulah mengapa tak sedikit penikmat senja yang meluangkan waktu khusus untuk menikmatinya di tempat yang indah.
Indonesia sendiri sudah sangat terkenal sebagai surganya penikmat sunset dengan berbagai variasi. Kamu menyukai gunung, lembah, sungai, hutan, air terjun hingga pantai bisa menikmati sunset di Indonesia tercinta ini. kita akan menelusuri tempat di Kuala Indragiri yang memiliki spot terbaik untuk melihat lukisan alam berupa senja. Apakah sudah pernah kalian alami?
pesona sunset dapat dinikmati dilokasi ini. Selain dapat menikmati pemandangan, pengunjung juga yang memiliki hobby memancing bisa menikmati sensasi mancing mania. Sesekali speedboat, tongkang, kapal, pompong dan perahu melintasi Sungai dan memberi riak ombak layaknya di tepi pantai. Lokasi ini pun dapat memanjakan pengunjung yang hobi berselfie.
Seperti Budi, Budi tinggal di Sapat sebuah ibu kota kecamatan di tepi sungai indragiri. Namun, Budi tak risau. Bukankah yang akan kita lihat adalah matahari yang sama? Di belahan dunia mana pun matahari itulah yang akan tenggelam. Asal kita menemukan posisi bebas pandang hingga garis cakrawala, suasana syahdu senja akan hadir di depan mata. Itu pulalah yang Budi lakukan jika ingin mengabadikan sunset dengan lensa kamera.
Sunset di Tepian Sapat lokasi yang kerap menjadi pilihan Budi adalah Sungai Indragiri. Sungai yang berhulu di sumatera barat melintasi beberapa wilayah dan bermuara di Kuala Indragiri. Memang, sungai yang menjadi urat nadi ini berkelok-kelok. Di beberapa titik, langit sore hanya menyuguhkan warna jingga. Namun, pada titik tertentu, matahari senja tepat berada di ujung barat sungai.
Selain dipelabuhan dan turap penahan pantai ada Kapal pengangkut kelapa yang bisa menjadi tempat Budi berpijak untuk menikmatinya. Dari atas kapal yang membawa komoditi unggulan negeri hamparan kelapa dunia ini, Budi disuguhi pemandangan sang raja siang yang pelan-pelan tenggelam. Beda hari, berbeda pula sunset yang tersaji. Gumpalan awan dan semburat warna langitnya tak sama. Itu artinya, refleksi di air sungai pun berbeda.
Matahari bulat tampak dramatis saat berpadu dengan riak air sungai dan dedaunan. Jujur saja, ada kepuasan tersendiri saat matahari sebagai objek utama foto Budi tampak bulat sempurna.
Sekali lagi, sunset bisa ditemukan di mana saja. Sapat yang tak berpantai pun memiliki tempat yang menyuguhkan sunset saat senja menjelang.
Untuk sampai ke tempat ini, anda cukup menempuh perjalanan selama 30 menit dari Tembilahan-Sapat jika berpergian dengan speed bot 40 PK, anda hanya perlu merogok kocek Rp 60.000 PP untuk ongkos speed bot . atau selama 1 jam 30 menit Jika berpergian mengendari sepeda motor dari Tembilahan dan Rp 60.000 untuk ongkos penyeberangan, Cukup murah dan terjangkau bukan?? Untuk pembaca setia sampai jumpa di Sapat ya....
Penulis : Pagta Geboy
Photografer : Pagta Geboy
Sumber: kecamatankuindra.com