INHILKLIK.COM - Ribuan orang di seluruh Swedia berunjuk rasa memprotes serangkaian aksi pembakaran masjid. Dalam seminggu terakhir, sudah empat masjid diserang, tiga di antaranya dibakar.
Setidaknya 3.200 orang berkumpul pada Jumat (2/1) di tiga kota besar Swedia--Stockholm, Gothenburg, dan Malmo --untuk melawan rasisme dan Islamophobia.
Sebanyak 2.000 orang berkumpul di Stockholm, sementara sekitar 500 orang berkumpul di Gothenburg, dan 600 hingga 700 orang lainnya menggelar protes di Malmo, kata penyelenggara protes kepada Anadolu Agency.
Sekitar 40 kelompok berbeda mengorganisasi aksi unjuk rasa tersebut, termasuk Dewan Muslim Swedia.
Mereka mengatakan dalam sebuah pernyataan di halaman Facebook mereka: "Muslim Swedia bersaksi tentang bagaimana rasisme pada umumnya dan Islamophobia khususnya tumbuh kuat di Swedia. Kejahatan kebencian terhadap individu dan perkumpulan lokal terjadi lebih sering dan kami (percaya) bahwa kebebasan beragama terancam di Swedia. "
Demonstrasi dilakukan setelah tiga masjid yang terletak di tiga lokasi berbeda yakni Eskilstuna, Eslöv dan Uppsala dibakar oleh seseorang tak bertanggung jawab.
Menteri Kebudayaan Swedia Alice Bah Kuhnke, yang ikut unjuk rasa di Stockholm, mengatakan dalam orasinya bahwa ia akan bertemu dengan perwakilan dari berbagai komunitas Muslim di bulan Februari sebagai bagian dari strategi nasional menghadapi Islamophobia di Swedia.
''Kemudian pemerintah akan mengambil tindakan nyata, bukan lagi hanya mengucapkan kata-kata manis,'' kata Kuhnke. (DBS/Rimanews)
Polisi Swedia telah meningkatkan keamanan di sekitar masjid di Swedia setelah sebuah masjid di timur kota Uppsala dibakar pada malam tahun baru. Serangan sebelumnya terjadi pada Hari Natal di masjid Eskilstuna dan melukai lima orang.
Harian Swedia Dagens Nyheter mengutip wakil kepala polisi Swedia, Mats Lofving, mengatakan: “Kami menanggapi serius peristiwa ini.''
Pemerintah Swedia telah memutuskan untuk meningkatkan dialog dengan perwakilan dari komunitas Muslim, untuk memprioritaskan kerjasama dengan Dinas Keamanan dan mendorong polisi kabupaten untuk mengawasi masjid dari dekat, menurut Dagens Nyheter.