
post
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Penanganan dan proses pencarian pesawat AirAsia QZ8501 yang dikoordinator Badan SAR Nasional (Basarnas) mendapatkan pujian dari internasional. Kemampuan SAR Indonesia dianggap terbaik di Asia.
Greg Waldron, direktur pelaksana publikasi industri penerbangan, FlightGlobal mengungkapkan, bahwa Indonesia mempunyai sederet pengalaman dalam penanganan kecelakaan pesawat atau kapal laut. SAR Indonesia sangat memahami geografis wilayahnya.
"Indonesia berpengalaman menangani bencana, sehingga memiliki kemampuan yang sangat bagus dalam investigasi berbagai insiden," ungkap Greg Waldron, seperti dikutip dari Wall Street Jurnal, Selasa (30/12).
OLeh karena itu, jika tidak terkendala cuaca buruk, operasi SAR pasti akan diluncurkan dalam beberapa jam di sekitar lokasi. "Cuaca buruk itu mengurangi jarak pandang dan memperlambat operasi SAR," ujarnya.
Waldron juga mengungkapkan, penyelidik Indonesia mempunyai relasi yang kuat dengan sejumlah lembaga investigasi kecelakaan penerbangan sedunia. "Termasuk dengan Badan Keselamatan Trasportasi Nasional AS," ucapnya.
Sementara, Mark Martin dari Martin Consulting, sebuah lembaga konsultan mandiri penerbangan, mengatakan, Indonesia memiliki kendaraan laut tak berawak yang bisa menavigasi jika cuaca sedang buruk. Kendaraan itu bisa dipakai untuk membantu proses pencarian.
"Jika ada pesawat jatuh di laut, saya yakin, Indonesia bisa dengan cepat melakukan investigasi, pelacakan, dan melakukan pencarian," kata Martin.
Tak hanya itu, CEO AirAsia, Tony Fernandez juga telah mengapresiasi SAR Indonesia yang cepat menemukan lokasi pesawatnya. "Saya mewakili AirAsia mengucapkan terima kasih kepada Basrnas. Saat ini, kami fokus untuk melakukan evakuasi," kata Fernandes.
Sumber:WallStreetJurnal/BBS/Beritasatu