Andakan BLUD, PAD Inhil Masih Rp 193,6 Miliar

Ahad, 04 Februari 2024

INHILKLIK, - Indragiri Hilir masih menyimpan pendapatan asli daerah (PAD) dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) seperti rumah sakit. Total PAD Inhil tahun 2023 baru mencapai Rp 193,6 Miliar.

Meski masih kecil, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus berupaya dalam mengoptimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai bentuk inovasi dalam mengembangkan kemandirian daerah. 

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Inhil Fadillah melalui Kabid Perencanaan Pengembangan, Hukum dan Kerja Sama dan Pembukuan Pendapatan Daerah Budi Suprianto, Jumat (2/2/2024) mengatakan, kemajuan realisasi pendapatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Inhil tahun 2023 lalu dihitung dari 1 Januari hingga 31 Desember 2023 didapat sebesar 96,45 persen atau setara Rp 193,6 miliar.

“Target dan realisasi penerimaan asli daerah (PAD) tahun 2023 sebesar 96,45 persen,” kata Budi Suprianto. 

Lebih lanjut Budi Suprianto menjelaskan, sektor penyumbang terbesar dari pendapatan asli daerah (PAD) masih didominasi dari pendapatan sektor lain-lain yang sah, yaitu sebesar Rp 127,1 miliar. Salah satunya berasal dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). 

“Sektor Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) seperti Rumah Sakit dan Puskesmas masih menjadi penyumbang pendapatan asli daerah terbesar,” lanjut Budi.

Adapun target sektor penerimaan PAD yang bersumber dari sektor pajak daerah mengalami peningkatan sebesar 101,79% atau bernilai Rp 48,3 miliar. Sementara untuk sektor pendapatan dari Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, berada di angka sebesar 97,33 persen atau bernilai Rp 14,1 miliar.

Untuk pendapatan pada sektor Retribusi Daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah yang dikelola oleh Pemkab Inhil masih tergolong kecil hanya berada di angka Rp 4,0 miliar atau hanya mencapai kemajuan senilai 77,68 persen. 

Namun demikian Budi menjelaskan, Pemkab Inhil melalui Badan Pendapatan Daerah akan berusaha mengoptimalkan penerimaan pendapatan daerah dengan melakukan berbagai inovasi dan menyusun regulasi agar penerimaan PAD dapat dimaksimalkan.

“Untuk ke depan kami akan melakukan inovasi agar potensi-potensi pendapatan daerah dapat dimaksimalkan dengan baik, selain itu kami terus mengajak masyarakat terutama wajib pajak agar mau menjalankan kewajibannya dalam hal membayar pajak ke daerah,'' tutup Budi Suprianto