Potensi Besar Pohon Nipah yang Masih Terpinggirkan

Ahad, 26 Oktober 2014

post

Buah Nipah/Wikipedia
INHILKLIK.COM - Nipah adalah sejenis palem (palma) yang tumbuh di lingkungan hutan bakau atau daerah pasang-surut dekat tepi laut. Keberadaannya kini mulai terpinggirkan dan terancam akibat maraknya pembukaan tambak udang pada tahun 1990 an lalu. Padahal fungsi pohon nipah sebagai penahan gelombang air laut sangat penting, disamping keberadaan saudaranya, Pohon Bakau.

Batang pohon nipah menjalar di tanah, membentuk rimpang yang terendam oleh lumpur. Akar serabutnya dapat mencapai panjang 13 m. Karena perakaran nipah ini hanya terletak dalam lumpur yang sifatnya labil maka rumpun-rumpun nipah dapat dihanyutkan oleh air sampai ke laut.

Panjang anak daun dapat mencapai 100 cm dan lebar daun 4-7 cm. Daun nipah yang sudah tua berwarna hijau, sedangkan daunnya yang masih muda berwarna kuning, menyerupai janur kelapa. Banyaknya anak daun dalam tiap ental mencapai 25-100 helai.

Karangan bunga majemuk muncul di ketiak daun, berumah satu, dengan bunga betina terkumpul di ujung membentuk bola dan bunga jantan tersusun dalam malai serupa untai, merah, jingga atau kuning pada cabang di bawahnya. Setiap untai mempunyai 4-5 bulir bunga jantan yang panjangnya mencapai 5 cm.

Empat hingga lima bulan sejak keluarnya bunga nipah, tandan bunga tersebut dapat disadap untuk diambil niranya, yakni cairan manis yang diperoleh dari tandan bunga yang belum mekar. Nira yang dikeringkan dengan dimasak dipasarkan sebagai gula nipah (palm sugar).

Umbut nipah dan buah yang muda dapat dimakan. Biji buah nipah yang muda, yang disebut tembatuk, mirip dengan kolang-kaling (buah atep), dan juga diberi nama attap chee (“chee” berarti “biji” menurut dialek China tertentu). Sedangkan buah yang sudah tua bisa ditumbuk untuk dijadikan tepung.

Struktur buah mirip buah kelapa, dengan endokarp keras yang disebut tempurung. Biji terlindung oleh tempurung dan berbentuk kerucut. Dalam satu tandan, buahnya dapat mencapai antara 30-50 butir, berdempetan satu dengan yang lainnya membentuk kumpulan buah bundar. Buah Nipah ini bagi sebagian masyarakat pesisir laut di Delta Mahakam kerap dijadikan santapan ketika berbuka puasa.

Palma ini umum ditemukan di sepanjang garis pesisir Samudera Hindia hingga Samudera Pasifik, khususnya di antara Bangladesh hingga pulau-pulau di Pasifik. Nipah termasuk jenis tumbuhan yang terancam punah di Singapura.

Daun nipah yang telah tua banyak dimanfaatkan secara tradisional untuk membuat atap rumah yang daya tahannya mencapai 3-5 tahun. Daun nipah yang masih muda mirip janur kelapa, dapat dianyam untuk membuat dinding rumah yang disebut kajang. Daun nipah juga dapat dianyam untuk membuat tikar, tas, topi dan aneka keranjang anyaman. Di Sumatra dan Kalimantan pada masa silam daun nipah yang muda yang dinamai pucuk ini dijadikan daun rokok. Bahkan, beberapa naskah lama Nusantara juga menggunakan daun nipah sebagai alas tulis, bukannya daun lontar.

Tangkai daun dan pelepah nipah dapat digunakan sebagai bahan kayu bakar yang baik. Pelepah daun nipah juga mengandung selulosa yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pulp (bubur kertas). Lidinya dapat digunakan untuk sapu, bahan anyam-anyaman dan tali.

Di Filipina dan juga di Papua, nira ini diperam untuk menghasilkan semacam tuak yang dinamakan tuba (dalam bahasa Filipina).

Fermentasi lebih lanjut dari tuba akan menghasilkan cuka. Di Malaysia, nira nipah dibuat sebagai bahan baku etanol yang dapat dijadikan bahan bakar nabati pengganti bahan bakar minyak bumi. Etanol yang dapat dihasilkan adalah sekitar 15,000 sehingga 20,000liter/ha/hari, jauh lebih unggul dibandingkan kelapa sawit (5,000 liter/ha/tahun).

Di Kalimantan arang dari akar nipah digunakan untuk obat sakit gigi dan sakit kepala. Hasil bakaran atau abu dari pelepah niah pada jaman dahulu juga dijadikan sebagai pengganti garam.(vb-01/berbagai sumber/foto;alamendah)


Sumber : http://www.vivaborneo.com/tag/buah-nipah