
INHILKLIK - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa Blok Rokan yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), merupakan simbol ketahanan energi nasional.
Blok Rokan adalah blok migas paling produktif di Indonesia, yang sebelumnya dikelola oleh perusahaan asing.
"Kita harus aktif mengambil alih kembali aset-aset strategis bangsa, mengelola dan memanfaatkannya untuk kesejahteraan rakyat," ujar Jokowi, Sabtu (1/6/2024).
Jokowi menyatakan bahwa Blok Rokan merupakan contoh konkret dalam mewujudkan kemandirian ekonomi.
"Blok Rokan hanyalah sedikit contoh dari semangat dan upaya kita untuk kedaulatan politik dan kemandirian ekonomi, membangun ekonomi yang berpihak pada kepentingan nasional," ujarnya.
Direktur Utama PHR, Ruby Mulyawan, menambahkan bahwa Blok Rokan dengan luas 6.400 km2 di Provinsi Riau adalah blok penghasil migas nomor satu di Indonesia.
PHR telah menambah jumlah sumur sebanyak 1.100 sumur, sehingga total saat ini mencapai lebih dari 11 ribu sumur. Produksi Blok Rokan sepenuhnya untuk kebutuhan energi dalam negeri.
PHR juga berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Riau. Saat ini, sekitar 40 ribu orang bekerja di PHR, dengan memprioritaskan masyarakat lokal untuk kesempatan kerja, magang dan pengembangan vokasi.
PHR telah mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 61,57% dan menjadi salah satu pembayar pajak terbesar di Indonesia dengan total Rp80,2 triliun dari Agustus 2021 hingga Desember 2023.
Selain itu, PHR juga telah melakukan pembayaran dana hak partisipasi (Participating Interest) 10% dengan total Rp 3,5 triliun kepada Pemerintah Provinsi Riau yang akan terus dilaksanakan sesuai peraturan yang berlaku.
"Kehadiran Presiden RI ke wilayah kerja Rokan menambah semangat bagi PHR dalam upaya meningkatkan produksi energi," kata Ruby.
Blok Rokan, dengan berbagai teknologinya seperti injeksi uap di Lapangan Duri dan injeksi air di Lapangan Minas, terus menjadi tulang punggung energi nasional.