 |
| Ilustrasi |
INHILKLIK.COM, Keritang - Sedikitnya 3 unit rumah toko (ruko) di Jalan Lintas Timur, Pasar Keritang, Kecamatan Kemuning ludes dilalap api, Sabtu (27/9/2014).
Menurut informasi yang diperoleh di lapangan, api berasal dari salah satu rumah milik korban bernama H Taslim Nasution (55). Sebelum kejadian korban menghidupkan mesin geset, namun tak lama terjadi konsleting hingga mengakibatkan kebakaran.
“Informasinya terjadi arus pendek dari salah satu ruko yang terbakar," ujar Iwan, warga Kecamatan Kemuning.
Melihat kejadian itu warga yang dibantu petugas pemadan dan aparat kepolisian berupaya memadamkan api. Ketika itu sumber air yang jauh dari lokasi salah satu faktor penyebab lambatnya upaya pemadaman api.
Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Kapolsek Kemuning, Kompol Hamrizal Nasution, menerangkan selain ruko milik H Taslim ada 2 korban lainya yakni, Abasri (39) dan Armel (36). Ketiga korban sama-sama pedagang yang berjualan di pasat tersebut.
“Diduga api berasal dari rumah saudara Taslim, lalu api menjalar ke dua roko korban lainya. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 06.15 WIB,” jelas Kapolsek, Minggu (28/9/2014).
Ditambahkan Kapolsek, berdasarkan keterangan sejumlah saksi api memang berasal dari rumah H Taslim. Sekitar pukul 5.10 WIB, Taslim pulang dari Masjid untuk menunaikan ibdah solat subuh dan langsung menghidupkan mesin genset.
“Setelah itu korban masuk dan tidur. Tak lama kemudian terdengar suara keributan warga didepan rumah. Saat dilihat, kobaran api sudah mulai membesar,” terangnya lagi.
Selain korban sejumlah saksi juga sedang menjalani pemeriksaan oleh petugas. Musibah ini setidaknya menimbulkan kerugian materi lebih kurang sebesar Rp 850 juta.
Camat Kemuning, Raja Arliansyah, saat dikomfirmasi membenarkan adanya hal itu. Saat ini para korban menurutnya masih terlihat shok. Untuk sementara korban diungsikan ketempat aman, seperti rumah tetangga dan keluarganya.
“Korban cukup terpukul atas musibah yang menimpanya. Kita berharap korban tabah menghadapi segala cobaan ini,” imbuhnya. (eni/Kapurnwes)