Putri Daerah Indragiri Hilir Gelar Penyuluhan Cegah Kanker Payudara di Desa Simpang Tiga

Selasa, 01 Juli 2025

Indragiri Hilir – Semangat mengabdi pada kampung halaman ditunjukkan oleh Nursifa, S.Keb, seorang putri daerah Kabupaten Indragiri Hilir yang kini tengah menempuh pendidikan Magister Kebidanan di STIKes Guna Bangsa Yogyakarta. Pada Minggu (29/6), Nursifa menyelenggarakan kegiatan penyuluhan kesehatan bertema "Cegah Kanker Payudara dengan SADARI" di Dusun Tanjung Penyalai, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Enok.

Kegiatan ini diikuti oleh 55 peserta perempuan dari berbagai kelompok usia, mulai dari remaja putri, wanita usia subur, hingga lansia. Fokus utama penyuluhan adalah peningkatan kesadaran tentang bahaya kanker payudara dan pentingnya deteksi dini melalui metode SADARI (Periksa Payudara Sendiri), yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah.

Acara diawali dengan sambutan dari Ibu Ryan Hardiani Rukmana, istri Kepala Dusun Tanjung Penyalai. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa bangga dan apresiasi terhadap langkah Nursifa yang telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap kampung halamannya.

“Kami sangat bangga dengan anak daerah seperti Nursifa yang tidak melupakan asal-usulnya. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan perempuan di desa kami tentang pentingnya menjaga kesehatan, terutama mencegah penyakit yang selama ini dianggap tabu untuk dibicarakan,” ujar Ibu Ryan.

Rangkaian kegiatan berlangsung interaktif dan edukatif, dimulai dari pengisian kuesioner pre-test untuk mengetahui pemahaman awal peserta, pemberian leaflet edukatif, penyampaian materi kesehatan secara langsung oleh Nursifa, sesi tanya jawab, hingga pengisian post-test sebagai evaluasi pemahaman. Acara ditutup dengan doa bersama yang penuh kehangatan dan harapan.

Dalam penyampaiannya, Nursifa menekankan bahwa kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan, namun tingkat kesembuhannya bisa tinggi jika dideteksi sejak dini. Ia juga mengajarkan secara langsung teknik SADARI yang benar, sehingga para peserta dapat melakukannya secara mandiri di rumah.

“Edukasi seperti ini sangat penting, terlebih di wilayah pedesaan yang masih minim akses informasi kesehatan. Saya berharap penyuluhan ini bisa menjadi awal dari kesadaran kolektif para perempuan di desa untuk menjaga kesehatan payudara dan tidak takut memeriksakan diri,” kata Nursifa.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa terhadap pembangunan kesehatan masyarakat, terutama dalam bidang pencegahan penyakit. Dengan latar belakang pendidikan kebidanan, Nursifa berharap dapat terus membawa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk membantu masyarakat, khususnya perempuan pedesaan yang rentan terhadap keterbatasan informasi kesehatan.

Penyuluhan tersebut diakhiri dengan ajakan untuk rutin melakukan SADARI setiap bulan, serta pentingnya memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila ditemukan gejala yang mencurigakan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi inspirasi bahwa semangat kembali dan berkontribusi pada tanah kelahiran merupakan bagian dari tanggung jawab moral generasi muda terdidik terhadap kemajuan masyarakat lokal.