
Bupati H. Herman bersama Ketua Yayasan Sosial Hati Gemilang, unsur Forkopimda, dan tokoh agama secara bersama-sama menekan tombol sirine sebagai tanda resmi dimulainya pembangunan.
INDRAGIRI HILIR – Sebuah langkah penting dalam penyediaan fasilitas pemakaman yang modern dan inklusif bagi warga Tionghoa resmi dimulai di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau. Bupati Inhil, H. Herman, secara langsung menghadiri dan meresmikan pemancangan tiang pertama pembangunan Gedung Krematorium Hati Gemilang Memorial Park Tembilahan yang berlokasi di Jalan Lintas Provinsi, Desa Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan, Sabtu (18/10/2025).

Pembangunan krematorium ini diinisiasi oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Inhil melalui Yayasan Sosial Hati Gemilang. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir sejumlah tokoh penting, mulai dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan perbankan, Ketua PSMTI Provinsi Riau dan kabupaten/kecamatan, tokoh agama, serta para undangan lainnya.
Menjawab Kebutuhan Warga Tionghoa
Ketua PSMTI Inhil, Erydjono Djailani—yang akrab disapa Apeng—mengungkapkan bahwa pembangunan krematorium ini merupakan jawaban atas kebutuhan warga Tionghoa di Inhil, khususnya yang menghadapi kesulitan dalam melakukan prosesi kremasi.

"Selama ini, jika ada keluarga kami yang meninggal dunia dan memilih dikremasi, harus dibawa ke Pekanbaru, Jambi, atau bahkan Batam di Kepulauan Riau. Ini tentu menyulitkan secara logistik, biaya, dan waktu," ujar Apeng dalam sambutannya.

Dengan hadirnya Krematorium Hati Gemilang Memorial Park, warga Tionghoa tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk melaksanakan ritual keagamaan tersebut. Tidak hanya menyediakan fasilitas kremasi, lahan seluas lebih dari 6 hektare tersebut juga akan dialokasikan untuk area pemakaman, yang akan ditata secara rapi dan modern.
Simbol Toleransi dan Keberagaman

Dalam sambutannya, Bupati H. Herman menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten terhadap pembangunan fasilitas ini. Ia menekankan bahwa pembangunan krematorium ini bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi merupakan wujud nyata dari semangat toleransi antarumat beragama di Kabupaten Inhil.

"Pembangunan Gedung Krematorium Hati Gemilang Memorial Park Tembilahan yang kita mulai hari ini bukan hanya sekadar membangun sebuah fasilitas. Lebih dari itu, ini adalah simbol nyata toleransi beragama di Kabupaten Inhil. Kita hidup di daerah yang masyarakatnya majemuk, dengan berbagai agama, suku, dan budaya,” ujar Bupati.

Menurut Bupati Herman, pembangunan ini juga mencerminkan nilai gotong royong dan kepedulian sosial lintas komunitas yang telah lama menjadi ciri khas masyarakat Inhil.
Peresmian Ditandai dengan Pemancangan Tiang dan Pelepasan Balon
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pemancangan tiang pertama secara simbolis. Bupati H. Herman bersama Ketua Yayasan Sosial Hati Gemilang, unsur Forkopimda, dan tokoh agama secara bersama-sama menekan tombol sirine sebagai tanda resmi dimulainya pembangunan.

Sebagai bentuk harapan dan doa agar pembangunan berjalan lancar, dilakukan juga pelepasan balon ke udara. Kegiatan ini mencerminkan optimisme dan semangat kebersamaan seluruh pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan krematorium tersebut.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara Bupati, para tokoh masyarakat, panitia pembangunan, dan seluruh tamu undangan yang hadir.
Komitmen untuk Layanan Pemakaman yang Manusiawi dan Modern

Pembangunan Krematorium Hati Gemilang Memorial Park ini diharapkan dapat memberikan pelayanan yang bermartabat, modern, dan terjangkau bagi warga Tionghoa di Inhil. Fasilitas ini akan dilengkapi dengan ruang kremasi, aula persemayaman, serta area pemakaman yang dikelola secara profesional.