
ENOK – PT Bumi Palma Lestari Persada (BPLP), anak perusahaan Sinarmas Agribusiness and Food, menggelar Apel Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di lapangan Perkebunan Bumi Palma, Desa Suhada, Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir, Jumat (29/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 130 peserta dan dihadiri unsur Forkopimcam dari Kecamatan Enok, Keritang, dan Kempas, di antaranya Camat Enok, Camat Keritang, Camat Kempas, Kapolsek Enok, Kapolsek Keritang, Kapolsek Kempas, serta Danramil Enok. Turut hadir sejumlah kepala desa dan anggota Masyarakat Siaga Api (MSA) binaan PT BPLP.

Apel siaga ini menjadi simbol komitmen bersama antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah operasional perusahaan dan kawasan sekitarnya.
Regional Controller PT BPLP, Juli Wankara Purba, didampingi jajaran manajemen perkebunan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada tahun 2026.

“Sebagaimana informasi yang berkembang melalui berbagai media, tahun 2026 diperkirakan akan mengalami fenomena El Nino yang berpotensi menimbulkan kondisi serupa seperti tahun 2015 dan 2019. Karena itu, kami berkomitmen untuk siap dan terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla,” ujarnya.
Menurutnya, PT BPLP telah menjalankan berbagai langkah preventif dan kolaboratif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di sekitar wilayah perusahaan guna mencegah dan menanggulangi karhutla.

Perusahaan juga menyadari bahwa kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran merupakan tanggung jawab bersama, terlebih menjelang musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan.
Dalam upaya deteksi dini dan pengendalian karhutla, PT BPLP memanfaatkan sejumlah teknologi modern, di antaranya Fire Danger Rating System yang terintegrasi dengan aplikasi GSIS untuk memantau potensi kebakaran berdasarkan tingkat kelembapan, curah hujan, dan suhu harian.

Selain itu, perusahaan menggunakan aplikasi berbasis satelit Geosmart Fire untuk mendeteksi hotspot di area konsesi maupun dalam radius lima kilometer dari wilayah sekitar perusahaan. Teknologi lainnya yang diterapkan meliputi CCTV berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk mendeteksi titik api secara cepat, serta penggunaan drone guna memastikan keberadaan titik api secara akurat dan aman.
Selain pelaksanaan apel siaga, kegiatan juga diisi dengan penandatanganan komitmen bersama pencegahan karhutla yang dilakukan oleh perwakilan manajemen perusahaan bersama Forkopimcam Kecamatan Enok, Kempas, dan Keritang. Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi pemadaman kebakaran oleh Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (KTD) PT BPLP.
Sementara itu, Camat Enok, Rahli, SH, menyampaikan apresiasi kepada PT BPLP yang telah bersinergi dengan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan apel siaga tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak perusahaan yang telah bekerja sama dengan pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Sinergi antara seluruh stakeholder di lapangan sangat diharapkan untuk bersama-sama mengatasi ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Indragiri Hilir,” katanya.
Senada dengan itu, Kapolsek Enok IPTU Parsaulian Simanjuntak menilai berbagai langkah pencegahan yang dilakukan perusahaan telah sesuai dengan harapan dan kebutuhan di lapangan.
Menurutnya, manajemen perusahaan menunjukkan keseriusan dalam penanggulangan karhutla dengan memastikan kesiapan tim pemadam kebakaran dan patroli terlatih, keberadaan menara pengawas, CCTV berbasis AI, serta sistem pemantauan titik api melalui satelit.
“Perusahaan juga aktif melakukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla,” tegasnya.
Melalui apel siaga ini, PT BPLP berharap kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini serta dampaknya dapat diminimalkan.