
Tembilahan, 2 Agustus 2026 – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, Mohammad Wahyudin, S.Pd., memfasilitasi silaturahmi dan diskusi bersama rombongan Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) yang berkunjung ke Tembilahan dalam rangka program Pengabdian kepada Masyarakat melalui hibah satu unit Inkubator Grashof kepada Persaudaraan Muslimah (PD Salimah) Kabupaten Indragiri Hilir. Program tersebut dikelola melalui Yayasan Bayi Prematur Indonesia (YABAPI).
Rombongan FTUI dipimpin inovator Inkubator Grashof, Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer, DEA, bersama Prof. Dr. Ir. Dadang Gunawan, M.Eng., Assoc. Prof. Farizal, Ph.D., Prof. Ir. Purnomo Sidi Priambodo, M.Sc., Ph.D., serta Arbi Riantono, S.T., M.T.
Atas fasilitasi Ketua Komisi IV, diskusi turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir dr. Udin Syafriudin, M.Kes., Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan dr. H. Firman Nurdiansyah, M.Ked., Sp.THT-KL., M.M., Komisioner Baznas Kabupaten Indragiri Hilir Ustadz Subagio, Lc., tokoh pemuda Saipudin Ikhwan, S.I.Kom., M.A., serta akademisi Universitas Islam Indragiri (UNISI), yaitu Khairul Ihwan, M.T., Bayu Fajar, M.M., Syafrinadina, M.M., dan Asniati Bindas, M.M.
Pertemuan membahas penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, khususnya penanganan bayi prematur dan bayi berat badan lahir rendah (BBLR), sekaligus membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, rumah sakit, dan organisasi masyarakat dalam menghadirkan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Prof. Raldi menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan di Kabupaten Indragiri Hilir dan berharap kerja sama pengabdian kepada masyarakat dapat terus berlanjut melalui berbagai inovasi lainnya.
Sementara itu, Mohammad Wahyudin menegaskan bahwa kebutuhan inkubator bayi di fasilitas kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir masih cukup tinggi. Karena itu, ia menyambut baik dukungan FTUI dan berharap sinergi dengan berbagai pihak dapat terus diperkuat guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi bayi prematur.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Raldi juga memaparkan keunggulan Inkubator Grashof yang hemat energi, portabel, mudah dipindahkan, serta dapat dimanfaatkan sebagai perawatan lanjutan bagi bayi BBLR, termasuk di rumah, dengan konsumsi daya sekitar 50 watt dan sistem konveksi alami yang menjaga suhu tetap stabil.