Tim Damkar PT GIN Berjibaku Sembilan Hari Jinakkan Api di Sungai Panglor

Sabtu, 19 September 2026

Aktivitas alat berat pada saat proses pemadaman.

PELANGIRAN — Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Sungai Panglor, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, dilakukan secara intensif oleh tim pemadam kebakaran PT Guntung Idamannusa (PT GIN).

Kebakaran yang mulai terdeteksi pada Rabu, 2 September 2026 sekitar pukul 15.01 WIB tersebut berhasil dipadamkan setelah tim melakukan penanganan selama sembilan hari, hingga Kamis, 10 September 2026 sekitar pukul 15.00 WIB.

Humas PT GIN, Rudi Candra, mengatakan sejak kejadian diketahui, perusahaan langsung mengambil langkah penanganan dengan mengerahkan personel dan peralatan pemadam ke lokasi kebakaran.

“Tim langsung bergerak melakukan pemadaman dan pemantauan di lapangan. Penanganan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan api dapat dikendalikan dan tidak kembali meluas,” ujar Rudi Candra.

Sebanyak 16 personel pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Tim didukung dua unit mesin pompa air serta sejumlah peralatan pemadaman dan perlengkapan keselamatan.

Peralatan yang digunakan meliputi 15 roll selang tembak ukuran 2,5 inci, 20 roll selang tembak ukuran 1,5 inci, selang hisap masing-masing ukuran 1,5 dan 2,5 inci, nozzle 2,5 inci dan 1,5 inci, serta dua unit cabang Y.

Untuk menunjang keselamatan personel di lapangan, tim juga menggunakan perlengkapan berupa baju dan helm damkar, sarung tangan, masker, slayer, kacamata damkar, senter tangan dan senter kepala.

Sementara untuk mendukung penanganan secara manual, tim membawa tiga parang dan dua kampak.

Rudi menjelaskan, selain melakukan pemadaman, manajemen PT GIN juga memperketat patroli api selama 24 jam di sekitar wilayah yang berpotensi terdampak. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan untuk mendeteksi apabila masih terdapat titik panas atau potensi munculnya kembali api.

“Setelah api berhasil dipadamkan, pemantauan tetap menjadi perhatian kami. Ini penting untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan,” jelasnya.

PT GIN juga mengajak masyarakat dan karyawan untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya Karhutla. Salah satunya dengan tidak membuang puntung rokok yang masih menyala sembarangan serta menghindari aktivitas yang dapat menjadi sumber api.

Imbauan tersebut berlaku baik untuk aktivitas di dalam maupun di luar kawasan HGU perusahaan.

Rudi menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Karena itu, PT GIN akan terus meningkatkan kesiapsiagaan personel, patroli serta dukungan peralatan pemadam sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan mencegah meluasnya kebakaran lahan.