 |
| Logo Hippmapel Pekanbaru/http://hippmapelpku.blogspot.com/ |
INHILKLIK.COM, Pekanbaru - Organisasi Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Pelangiran (Hippmapel) Pekanbaru mengklarifikasi atas aksi demo yng menolak rencana ditetapkannya Guntung sebagai ibukota Inhil Utara oleh sejumlah masa yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Mandah-Pelagiran (GPPMMP)
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Hippmapel Pekanbaru Supriansah melalui
pers realise nya kepada Inhil Klik , Kamis (11/09/2014).
Supriansah menungkapan Ia selaku Ketum organisasi yang menaungi mahasiswa pelangiran tersebut tidak mengetahui prihal rencana dan aksi demo yang dilakukan di kantor DPRD provinsi Riau pada Senin (08/09/2014).
"Saya kaget mendapat informasi dari kawan dan setelah itu baru saya baca beritanya di media online," ungkap Supri.
Hal senanda juga diungkapkan oleh mantan Ketua Hippmapel Pekanbaru periode 2012-2014. Heri Yardi mengungkapan bahwa dirinya juga tidak ada diberitahu maupun diundang untuk membahas gerakan tersebut.
"Banyak yang menghubungi saya, menanyakan arah sikap kita kemana, banyak yang jadi salah paham dan bilang kita ikut menolak hasil kajian LPEM UI, kita ingin klarifikasi apa yang sebenarnya " papar Heri yardi.
Menyikapi hal tersebut, Heri menambahkan pihaknya sudah membahas prihal itu secara bersama antar pengrus, pembina dan alumni Hppmapel Pekanbaru dan Hippmapel Tembilahan.
Adapun beberapa point penting yang menjadi sikap Hippmapel Pekanbaru menanggapi gejolak Inhut yang dalam sepekan ini memanas, yaitu:
Pertama, Secera organisasi Hippmapel ataupun mahasiswa Pelangiran secara umum menyatakan tidak ikut serta dalam aksi menolak Guntung sebagai ibu kota Inhut sebagaimana yang diberitakan berbagai media masa di Riau.
Kedua, Hippmapel mendukung apapun hasil kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarkat (LPEM) Universitas Indonesia tentang penetapan calon ibu kota Inhil Utara.
Ketiga, Hippmapel tidak menyangkal aksi demo yang dilakukan oleh GPPMMP, karena meyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga negara. namun Pengrus Hippmapel Pekanbaru meminta nama pelangiran tidak dibawa-bawa dalam aksi penolakan tersebut.
(rls/ard)