Nama Provinsi Riau Pesisir Perlu Dikaji Ulang

Rabu, 10 September 2014

post

Buralimar
Buralimar/Riaukepri.com
INHILKLIK.COM, Batam - Nama provinsi baru terpisah dari Riau perlu dikaji ulang. Selain dinilai tidak kreatif, rencana provinsi baru yang didengung-dengungkan bernama Riau Pesisir itu tak mengandung nilai historis.

Tokoh masyarakat Kepri asal Bagan Siapi-api, Buralimar, menyarankan perlunya dilakukan koordinasi mengenai nama Provinsi Riau Pesisir ini. ‘’Soal nama bisa dikoordinasikan antara Riau, Kepri, dan Riau Pesisir nantinya,’’ ujar pejabat eselon II Provinsi Kepri itu.

Awalnya memang cuma satu Riau, yang kemudian dibelah menjadi dua provinsi. Provinsi pemekaran juga menggunakan kata Riau, atau tepatnya Kepulauan Riau. Bila rencana pemekaran selanjutnya bernama Riau Pesisir, maka tiga provinsi yang dulunya satu semuanya menggunakan kata Riau.

Dari tinjauan sejarah, provinsi yang tepat menggunakan kata Riau adalah Kepulaun Riau. Sebab, kata Riau itu sendiri diambil dari nama sesbuah tempat di hulu Sungai Carang, Tanjungpinang, berawal dari kata Riuh. Konon, para pedagang selalu mengatakan bahwa mereka hendak pergi ke suatu tempat yang riuh, di hulu Sungai Carang. Lama-lama menjadi Riau.

‘’Supaya nama Riau tak banyak, nama Riau Pesisir bisa saja diganti dengan nama Provinsi Pantai Timur atau Semenanjung Timur karena memang berada di Pantai Timur Sumatera. Yang jelas, kesatuan masyarakat, terutama Melayu tetap terhargai dari segi adat dan budaya, walau secara administratif terpisah,’’ ujar Buralimar.

Wujud provinsi baru, terpisah dari Riau, tinggal menunggu waktu. Informasi yang didapat, kata Bur,DPRD Riau sudah setuju. Daerahnya meliputi eks kewedanaan Bengkalis, yakni Kabupaten Siak, Kota Dumai, Kabupaten Meranti, Kabupaten Rohil, dan Kabupaten Bengkalis itu sendiri, ditambah Kabupaten Pelalawan. Seiring dengan itu, kemungkinan akan dibentuk Kota Duri.

‘’Menurut info, ibukotanya Siak, mengingat historis. Tapi ada yang mengusulkan Duri atau Dumai karena berada di tengah. Apapun keputusannya, kita berharap yang terbaik bg masyarakat dan tahun depan rasanya sudah terealisasi. Kita tunggu saja,’’ ujar Bur. (RiauKepri)