8 SPBU Baru Segera Beroperasi di Pekanbaru

Sabtu, 06 September 2014

post

Ilustrasi SPBU
Beritasatu.com
INHILKLIK.COM, Pekanbaru - PT Pertamina (Persero) Marketing Branch Riau Sumatera Barat menyebut delapan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi segera beroperasi di Kota Pekanbaru.

"Sekitar delapan SPBU di kota ini masih dalam proses dan sudah kami setujui. Kondisinya ada yang sedang melengkapi persyaratan dan ada yang dalam proses pembangunan," ujar Senior Sales Executive Retail X Riau Pertamina Riau Sumbar Drestanto Nandiwardhana di Pekanbaru, Sabtu (6/9).

Menurutnya, delapan unit SPBU tersebut akan menambah daftar jumlah penyalur BBM bersubsidi yang telah beroperasi di "Kota Bertuah" sebanyak 41 unit SPBU dan tersebar pada 12 kecamatan yang ada di Ibu Kota Provinsi Riau.

Berdasarkan data terakhir PT Pertamina (Persero) Marketing Branch Riau Sumbar, saat ini terdapat 140 unit SPBU di Provinsi Riau dengan total penyaluran BBM bersubsidi jenis premium sebanyak 75.000 kiloliter per bulan dan jenis biosolar sebanyak 6.600 kiloliter per bulan.

Hadirnya delapan unit SPBU yang akan segera beroperasi di Kota Pekanbaru berbanding lurus dengan banyaknya kendaraan bermotor terutama roda empat dan roda dua yang lalu lalang setiap hari.

"Kalau untuk jarak, kami tidak mempunyai syarat. Tapi Pertamina perhatikan keekonomian suatu SPBU itu berdasarkan 'feasibility study'. Jadi walaupun jarak SPBU saling berdekatan, tapi secara keekonomian masih masuk, maka tidak ada masalah," katanya.

Persyaratan lainnya, dia melanjutkan, ada sekitar 20 syarat yang bersifat administratif dan harus dipenuhi oleh pemilik SPBU tersebut dengan modal untuk membangun penyalur BBM bersubsidi atau non subsidi di Riau mencapai Rp 6 miliar di luar tanah.

Sedangkan untuk modal memasok BBM bersudsidi atau non subsidi, tergantung dari omzet penjualan suatu SPBU tersebut. Tetapi harus mempunyai modal minimal tiga kali lebih besar dari rata-rata omset penjualan per hari.

"Kalau omsetnya kecil katakanlah 15 ton per hari, maka SPBU harus menyiapkan modal untuk tiga hari atau minimal 45 ton dikalikan harga minyak. Tetapi kalau besar dengan rata-rata 30 ton per hari, otomatis SPBU tersebut harus menyiapkan modal lebih besar lagi," ucap Drestanto.

Kepala Cabang Pertamina Riau Sumbar Ardyan Adhitia sebelumnya mengatakan, 134 unit stasiun pengisian bahan bakar umum di Provinsi Riau telah menjual bahan bakar minyak bersubsidi jenis biosolar merupakan campuran solar dan biodisel.

"Kalau untuk di Riau sendiri khususnya di Kota Pekanbaru, kita sudah salurkan. Yang beredar di SPBU sekarang itu adalah biosolar," katanya. (antara)