Jembatan Siak IV Harus jadi Sorotan DPRD Riau

Selasa, 02 September 2014

post

Jembatan Siak IV Harus jadi Sorotan DPRD Riau
http://pekanbaru.tribunnews.com/
INHILKLIK.COM, Pekanbaru - Jembatan Siak IV tidak akan dianggarkan lagi. Demikian berita yang saya dapatkan dari media massa. Tentu kenyataan yang sangat disayangkan. Saya juga tidak tahu apa yang menjadi alasan sehingga jembatan Siak IV tersebut tidak dianggarkan lewat APBD 2014 ini.

Lagi-lagi pembangunan jembatan di Riau ini bermasalah. Setelah sebelumnya jembatan Siak III yang tidak tahu kapan akan selesai diperbaiki, kini masa depan jembatan Siak IV juga tidak jelas. Jadilah proyek-proyek jembatan di Riau ini selalu saja bermasalah.

Yang kerap menjadi pertanyaan bagi saya adalah, apakah yang menjadi visi dan misi pemerintah provinsi Riau terkait dengan pembangunan insfrastruktur seperti halnya jembatan. Apakah memang pembangunan yang direncanakan tersebut benar-benar sudah memperhatikan kebutuhan ril atau hanya sekadar untuk melepaskan hasrat untuk mendapatkan proyek-proyek.

Tentu pertanyaan tersebut juga menjadi pemikiran dari masyarakat lainnya. Bagaimana cara pemerintah daerah untuk mewujudkan pembangunan insfrastruktur dan apa yang menjadi pertimbangan mereka ketika sebuah proyek seperti jembatan dibangun.

Keberadaan DPRD Provinsi pun sejauh ini saya menilai tidak begitu membantu atas molornya proyek atau ketidak jelasan sebuah proyek. Justru yang saya lihat, anggota dewan malah sibuk mengomentari yang bukan menjadi ranah mereka. Dan itu terkesan mereka hanya ingin mencari-cari kesalahan dan untuk selanjutnya mendapatkan keuntungan dari statemen mereka tersebut.

Berulangkali saya melihat beberapa komentar para anggota dewan tersebut di media massa, hanya sebagai lips service saja. Sama sekali tidak jelas arah dan apa tujuannya. Yang membuat sakit hati lagi, komentar yang mereka utarakan lebih banyajk menguntungkan mereka saja.

Nah, terkait dengan keberadaan anggota dewan ini, mestinya jembatan Siak IV juga harus menjadi perhatian. Sebagai lembaga yang mengawasi dari kebijakan tersmasuk anggaran, mestinya dewan-dewan yang terhormat tersebut bekerja lebih rill.

Jembatan Siak IV yang sampai kini juga tidak jelas arah pembangunan ini, menjadi tumbal dari ketidak harmonisan cara berpikir setelah terjadinya pergantian pimpinan. Dan sekarang, apa yang jadi kebijakannya, ternyata tidak sejalan dengan apa yang menjadi target dari pemerintahan yang baru. Jadilah beberapa proyek tidak jelas ujungnya. Padahal berbicara uang rakyat, sudah banyak yang tertanam dan tidak akan bisa diambil lagi.

Saya berharap pemerintah daerah lebih ril lagi merancang apa yang menjadi program dan tarrget yang ingin dicapai. Jika hanya sekedar mendapat proyek saja, alamat akan hancur Riau ini ke depannya.

Selanjutnya pada anggota dewan yang terhormat. Mestinya memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat dan selalu mengawasi apa yang menjadi program eksekutif tersebut. Jangan hanya berani berbicara ketika ada kepentingan dan keuntungan secara pribadi.

Saya berharap, selalu ada perbaikan dan pembenahan dari provinsi riau ini. Pejabat yang diberikan amanah adalah mereka yang berkomitmen. Selanjutnya, masyarakat juga bisa melakukan pengawasan. Tidak ada kata menyerah selama tuntutan yang disampaikan adalah untuk kepentingan orang banyak. (*)


Sumber: http://pekanbaru.tribunnews.com/