 |
| Lampujalan di Inhil berbentuk kelapa |
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Baru -baru ini semangat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sebagai
daerah dengan hamparan kelapa terluas yang ditunjukan melalui desain
lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) oleh Dinas Pertambangan Dan Energi
(Distamben) Inhil di beberapa jalan di Kota Tembilahan. Namun semangat
tersebut seharusnya dibarengi dengan semangat
penyelamatan kebun kelapa rakyat.
Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil, Ir.
Junaidi mengatakan, berbagai pihak perlu sedikit cerdas menyikapi ini,
agar dua-duanya bisa berjalan dengan baik untuk masyarakat.
“Ketika kita mensimbolkan daerah kita sebagai daerah
perkebunan kelapa, tentu harus sinkron juga dengan
penyelamatan kebun kelapa yang saat ini terjadi intrusi air laut yang
mengakibatkan kelapa kita mati, begitu juga akibat hama kumbang,” ungkap
Junaidi di Kantor DPRD Inhil Jalan Soebrantas Tembilahan, Rabu
(28/9/2016) sperti dilansir
riaubertuah.co.
Namun Junaidi sangat menyayangkan dan sedih dengan stagnasi oleh
dinas yang terkait dengan penyelamatan kebun kelapa. Semangat
perkelapaan dilampu jalan tidak diikuti dengan
penyelamatan kebun kelapa, dan ini menurut Junaidi harus di follow up
kembali.
Menurut Junaidi lagi, anggaran pembuatan tanggul untuk
penyelamatan kebun rakyat lebih besar dari lampu jalan. Dengan anggaran
yang ada menurutnya sudah cukup untuk menyelesaikan pembuatan tanggul
pada tahun ini.
Pada tahun 2016 hampir Rp. 22 miliar di gelontorkan untuk
penyelamatan kebun, disana juga ada alat berat yang dioperasionalkan
untuk penyelamatan kebun rakyat, belum lagi ada mesin sedot lumpur yang
digunakan untuk menyedot lumpur kanal yang menyebabkan air laut
meningkat.
“Sebenarnya anggaran lampu jalan tidak ada apa-apanya dengan
pembuatan tanggul penyelamatan kebun kelapa. Saya pikir dengan anggaran
yang ada untuk pembuatan tanggul cukup, bahkan sangat cukup untuk
mengejar target pembuatan tanggul sejauh 400 KM pada tahun ini, terlebih
lagi pada pembahasan APBD 2016 ini ditambahkan Rp. 11 Miliar untuk
penyelamatan kebun kelapa rakyat,” jelasnya.
Namun Junaidi yakin, semua persoalan ini dapat diselesaikan dengan
kebersamaan, daerah dengan hamparan kelapa terluas tidak hanya sebatas
simbol saja. (rbc)