Aktivis Laporkan PT SAL ke Polda Riau

Kamis, 14 Agustus 2014

post

Aksi AMMAR Peduli Pungkat di depan gedung Surya Dumai (14/08/14)
INHILKLIK.COM, Pekanbaru - Puluhan Aktivis mahasiswa Inhil Pekanbaru bersama WALHI, Jikalahari, IPPMBR, BMR, dan beberapa ormas lainya yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Riau (AMMR) Peduli Pukat, Indragiri Hilir (Inhil) melaporkan PT Setia Agrindo Lestari (SAl) ke Polda Riau, Kamis (14/08/2014).

Laporan tersebut terkait tindakan dugaan kriminalisasi terhadap 19 warga Desa Pungkat karena dilaporkan ke Kepolisian Resort (Polres) Inhil karena membakar alat berat milik PT SAL, Juni 2014.

Juru bicara AMMR Peduli Pungkat, Indra Gunawan yang juga merupakan ketua Umum HIPPMIH Pekanbaru mengatakan pihaknya sudah menyampaikan kepada PT SAL dan Polres Inhil untuk membebaskan dan menghentikan dikriminalisasi terhadap warga Desa Pungkat, Inhil. 

"Kita melaprokan tindakan PT SAL ini ke Polda Riau karena, sebenarnya kita akan melakukan aksi unjuk rasa di Polda Riau ini, tapi karena tidak dapat izin maka kita melaporkan saja ke Polda Riau," ujarnya.

Indra juga meminta Bupati Inhil, HM Wardan menolak kehadiran PT SAL, karena sesuai janjinya saat kampanye akan memperjuangkan industri kelapa dan industri perkapalan kayu untuk nelayan yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat Inhil.

Dalam kasus tersebut, pada Juni lalu, Polres Inhil telah menetapkan tersangka terhadap 19 warga Desa Pungkat karena diduga melakukan pembakaran alat berat milik PT SAL pada Juni 2014. Padahal tindakan warga itu dipicu kemarahan warga lantaran PT SAL tidak mematuhi surat pengehentian operasional dari Pemkab Inhil, DPRD Inhil dan Babinsa.

Setelah melapor ke Polda Riau, massa melanjutkan aksi unjuk rasa ke Gedung Surya Dumai, tepat PT SAL berakntor. (rri.co.id)