 |
| Ilustrasi |
INHILKLIK.COM, Tembilahan - Masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dibuat bingung oleh PMI Inhil mengenai biaya pengambilan darah, pasalnya beberapa masyarakat mengaku dikenai biaya saat mengambil darah di tempat tersebut.
Salah seorang warga, bernama Yusra kepada GoRiau.com, Minggu (13/7/2014) mengatakan pernah mendonor untuk keluarganya yang menggunakan askes namun dikenai biaya sebesar Rp.250 ribu per satu kantong darah.
''Masa darah saya dijual,Padahal saya niatnya mau bantu keluarga yang butuh darah eh PMI malah cari uang,'' ujar Yusra menjelaskan.
Dikatakannya pula Ia bisa menerima mengeluarkan biaya jika darah yang dibutuhkan tersebut diambil dari PMI, namun karena dirinya sendiri yang mendonor untuk keluarganya tersebut Ia tidak terima dengan biaya yang diminta pihak PMI.
''Okelah jikapun harus membayar, tapi ya jangan terlalu mahal seperti itu, kasian jika orang tak mampu bisa-bisa melayang nyawanya,'' tambahnya.
Yusra juga mengatakan sepengatuahnnya jika menggunakan BPJS, Jamkesda ataupun Askes pasien yang membutuhkan darah tidak dikenai biaya namun Ia heran meskipun keluarganya menggunakan Askes tetap saja membayar.
''Membingungkan, padahal di PMI tertulis jangan percaya calo, tapi oknum dari PMI malah menjadi calo'' ujar Yusra.(ayu)
Source: goriau.com