INHILKLIK.COM, Pekanbaru - Kasus pemukulan terhadap Kadis PU Riau, Muhamad, oleh adik kandung Wagub Riau berinisial JR tetap lanjut. Upaya damai kedua belah pihak tidak menggugurkan kasus kriminal tersebut.
Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo kepada wartawan di ruangan kerjanya, Jumat (11/7/2014). Guntur menjelaskan, pihaknya telah menetapkan JR (sebelumnya disebut YR) sebagai tersangka pemukulan terhadap Kadis PU Riau, Muhamad.
Menanggapi isu adanya perdamaian kedua belah pihak, menurut Guntur, pihaknya tidak mengetahui hal itu. Dipastikan sejauh ini tidak ada pihak kepolisian melakukan upaya perdamaian antara tersangka dengan korban.
"Kalau di luar sana mereka berdamai, ya silakan saja. Itu kan hak masing-masing. Tapi bukan berarti kalau mereka berdamai lantas kasus ini gugur dengan sendirinya. Proses hukum tetap lanjut," kata Guntur.
Masih menurut Guntur, pihaknya terus bekerja maksimal untuk menuntaskan berkas tersangka JR untuk segera dilimpahkan ke kejaksaan.
"Kalau bisa ya secepatnya kita limpahkan ke kejaksaan. Kalaupun mereka sudah damai, ya biarkan saja hakim nanti yang menimbangnya. Dari kita kasus ini tetap lanjut," kata Guntur.
Pemukulan Muhamad terjadi saat berbuka puasa di rumah dinas Wagub Riau, Arsyadjuliandi Rachman, Selasa (8/7/2014) lalu. Tersangka JR yang tak lain adik kandung Wagub Riau ini memanggil korban ke ruangan belakang menjauh dari tempat undangan berbuka.
Sampai di sana, korban langsung dipukul JR hingga mulutnya berdarah. Disebut-sebut tersangka jengkel karena banyak proyek di Dinas PU yang sebelumnya dijanjikan kepadanya dibatalkan. JR emosi atas janji manis korban.
Korban pemukulan sempat dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau. Dari keterangan pihak kepolisian, korban mengalami luka robek di bagian dalam mulutnya selebar 3 cm. (Detik)