Film 'Ada Cinta di Kota Ibadah' Karya Anak Negeri Sri Gemilang Indragiri Hilir

Senin, 02 Juni 2014

post

http://www.spiritinhil.com/media/k2/items/cache/d092a7ea9dcb3e71938975c579e85d9c_XL.jpg
Cover Filem Ada Cinta di Kota Ibadah
INHILKLIK.COM, Tembilahan - Ini adalah apresiasi bagi sesama anak Riau khususnya Tembilahan Indragiri Hilir. Setidaknya begitu. Tapi mudah-mudahan juga bisa menjadi “jembatan kecil ” bagi karya-karya anak lokal untuk bisa tampil di kancah nasional. Karena, karya anak-anak daerah pun punya kualitas yang sama bahkan bisa saja melebihi karya orang-orang yang sudah punya nama di level nasional.

Salah satunya adalah Film "Ada Cinta Di kota Ibadah" Karya Ade Arshavin dan Tim Kreatif Video DSLR Tembilahan, di bawah payung Arshavin Cinematography. filmnya belum dipublikasikan, karna secara keseluruhan untuk penggarapannya belum rampung, adapun yang telah di share ke publik adalah Trailernya.

Film ini berkisah Kehidupan Abdullah dan adiknya si Zulaikha yang jauh dari kesan mewah sejak orang tua mereka tiada.. Abdullah hanya bekerja sebagai guru mengaji dari rumah kerumah dan kerja serabutan lainnya. Zulaikha yang baru lulus dari pesantren pun ikut bekerja sebagai honorer di Pondok Pesantren tempat dia pernah dibesarkan. Sebagai kakak dan pengganti kedua orang tuanya Abdullah sangat menjaga dan memperhatikan pergaulan adiknya.

Bagaimana mereka menghadapi persoalan pribadi masing-masing, kepedulian kepada sahabat, petualangan menggapai impian, sampai kepada kenakalan dan kegokilan khas anak muda Tembilahan ada di film ini. Dialognya Terkadang ada Banjar dan campur bahasa Indonesia. Itulah ciri film mereka. Dan kekuatannya justru di situ. Dengan tetap mempertahankan logat Banjar, para penonton digiring untuk tetap merasakan atmosfer Tembilahan yang umumnya Banjar dengan rasa film yang berkualitas nasional.

Filem ini bergenre religi, dan adapun para pemeranya adalah Nera Nasir, Andri Wahyudi, Aryanto Syarkawi, Beni Meisha, Heldi, Renald Revail. Pengambilan Gambar menggunakan kamera Nikon D7000 & Nikon D3200 lensa fix 1.8/55mm lensa kit dan lensa tele 70-300mm.

Background film mengambil tempat tempat perkampungan di Tempuling. Ini sekaligus bisa jadi ajang promosi wisata jika seandainya film ini kemudian di publikasikan ke tingkat nasional. syukur-syukur bisa sampai ke tingkat internasional. Sebenarnya saya tidak sabar ingin menonton filmnya. Dan mudah-mudahan sutradaranya mau berbaik hati mengcopas filmnya di laptop saya, biar bisa nonton bareng dengan anak-anak muda di tempat tinggal saya di pekanbaru.

Harapannya semoga karya berkualitas dari anak-anak Inhil bisa tampil eksis di kancah nasional. Syukur syukur bisa ditampilkan di bioskop seluruh Indonesia, atau tampil di TV nasional. Semoga.  (spiritinhil/ard)