INHILKLIK.COM, Pekanbaru - Kepolisian Daerah (Polda) Riau menyatakan akan menyiapkan sekitar 4500-an personil polisi untuk mengamankan kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden yang djadwalkan mulai 4 Juni 2014.
"Untuk pengamanan pemilihan presiden (pilpres) jumlah personil yang kita siapkan jumlahnya fluktuatif berdasarkan jadwal dan tahapan, untuk tahapan kampanye itu sekitar 4500-an," kata Kapolda Riau, Brigjen Pol Condro Kirono d Pekanbaru, Jumat.
Ia menyampaikan bahwa pada tanggal 3 Juni telah dimulai deklarasi damai dan 4 Juni kampanyenya. Sebelum deklarasi damai, katanya, tanggal 2 April Polda Riau akan melaksanakan persiapan dan gelarnya.
Disamping itu, ia katakan pada saat tahapan pemungutan suara, personil yang diturunkan adalah sebanyak 6435 anggota. Selanjutnya pada saat hasil suara dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) pengamanan juga disiapkan.
Dalam pilpres nanti, ia ingatkan kepada jajaran untuk fokus dalam pengamanan, karena sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi, TNI/Polri tidak memiliki hak pilih.
"TNI/Polri saya sampaikan siap mengamankan pilpres 2014. Putusan MK sudah jelas kita tak punya hak pilih dan harus netral," katanya.
Sebagai persiapan keamanan, katanya, Polda telah mengidentifikasi
sasaran gangguan oleh pihak-pihak yang tidak puas atas hasil pemilihan. Meskipun evaluasi pengamanan pada saat pemilihan legislatif (pileg) lalu kondisi Riau aman.
"Potensi kerawanan akan dipertebal keamanannya seperti di wilayah yang menjadi sengketa, yang penyelenggara akan ditarik, kalau masyarakatnya aman," ujarnya.
Ia katakan beberapa daerah seperti Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Kampar, Desa Sinaboi, Kota DUmai, dan Kabupaten Rokan Hilir.
Persiapan awal, kata dia, telah dilakukan simulasi pengamanan pilpres kemarin, Kamis (29/5) di samping gedung sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau. Namun menurutnya masih ada hal-hal yang kurang dan akan diperbaiki.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Arya Tejo mengatakan simulasi tersebut melibatkan lebih dari 1200 personel yang terdiri pasukan TNI dan Polisi.
"Simulasi pengamanan Pilpres melibatkan lebih dari 1200 anggota," katanya.
Pemilu Presiden 9 Juli 2014 diikuti dua pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf kalla.
| antarariau