INHILKLIK.COM, Tembilahan - Biasanya di median jalan ditanami pohon pelindung, seperti jenis mahoni, bunga tanjung, angsana dan lainnya. Namun di Kota Tembilahan, median jalan justru ditanami bibit kelapa.
Penanaman kelapa di median jalan ini dinilai warga setempat sangat tidak tepat, karena bila kelapa tersebut nantinya besar dan tinggi jelas akan membahayakan warga yang melintas. "Kalau nanti pohonnya tinggi, buah dan pelepahnya bisa menimpa warga yang melintas di bawahnya," kata Anto, warga Jalan Gunung Daek, Tembilahan, Selasa (29/4/2014).
"Aneh, masak pohon kelapa yang ditanam di median jalan, apa tak ada pohon lain," sambungnya.
Anto meminta Pemkab Inhil meninjau ulang kebijakan yang bisa membahayakan pengguna jalan tersebut. "Kalau memang pemerintah betul-betul serius membudidayakan kelapa, seharusnya ditanam di lahan milik warga. Jangankan puluhan batang, puluhan ribu batang pun akan diterima masyarakat dengan senang hati," imbuhnya.
Pantauan Goriau.com, bibit-bibit kelapa sudah ditanam di Jalan Baharuddin Yusuf dan Jalan Ki Hajar Dewantara.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU)Â Inhil H Tengku Edy Afrizal belum berhasil dikonfirmasi terkait penanaman kelapa di median jalan tersebut. (*)
Source: goriau.com