Senator Asal Riau Sebut Politik Uang Seperti MLM

Rabu, 30 April 2014

post

Ilustrasi/Republika.co.id
INHILKLIK.COM, Jakarta - Politik uang pada Pemilu Legislatif kemarin sangat masif seperti halnya Multi Level Marketing (MLM).

Demikian dikatakan Anggota DPD RI asal Provinsi Riau, Intsiawati Ayus, dalam diskusi bertema "Pemilu 2014: Baik atau Buruk" di gedung DPD, Jakarta, Rabu (30/4). Pembicara lainnya adalah Direktur Program Transparency International Indonesia Ibrahim, Fahmi Badoh, dan Koordinator Nasional Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jeirry Sumampow.

"Politik uang sangat masif sudah seperti MLM. Saya sendiri lelah menghadapi mahluk pragmatis," ujar Intsiawati.

Tak hanya persoalan politik uang, dia juga menyorot kinerja KPU terutama dalam mensosialisasikan para calon senator ke masyarakat. Intsiawati menyatakan bahwa KPU mendiskriminasi calon senator dan lebih memperhatikan sosialisasi caleg DPR.

Diskriminasi itu sangat terasa ketika penghitungan suara. Caleg DPR, kata dia, diberi kursi dan meja di bagian depan. Sementara calon senator, berada di belakang dan tidak disediakan meja.

Dia menceritakan juga, Panwaslu tidak memahami aturan soal alat peraga. Intsiawati mengatakan, alat peraga dipasang pada pagi hari tanggal 16 Februari. Namun pada malam hari alat peraga itu hilang.

Menurut dia banyak sekali hal-hal yang merugikan calon senator, terutama jadwal kampanye. Di Riau saja, yang merupakan dapilnya, ada 12 kabupaten. Sementara waktu kampanye hanya 12 hari.

"Logis tidak kampanye 12 hari? Persoalannya satu daerah ke daerah lain kan jauh sekali. Saya pontang panting. Dari darat terus menyeberang lautan," kata Intsiawati. | RMOL