 |
| ilustrasi demo. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki |
INHILKLIK.COM, Jakarta - Seorang Perwira Menengah (Pamen) yang bertugas di Mabes Polri Jakarta, AKBP S didemo oleh puluhan mahasiswa yang mengaku anggota Gerakan Anak Riau Menuntut (Geram), mereka melakukan aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Rabu(30/4).
Dalam aksinya, Geram menuntut agar Kepolisian mengusut salah seorang oknum yang diduga terlibat Politik praktis pada Pemilihan Gubernur Riau lalu. Meski pemilu Gubernur Riau sudah berlalu beberapa bulan lalu.
Geram meminta agar Polda Riau mengusut keterlibatan oknum kepolisian AKBP S yang ikut melakukan kegiatan berpolitik praktis. Geram menilai, Perwira menengah tersebut telah melanggar pasal 28 UU RI Nomor 2 dan 3 tahun 2002, tentang Kepolisian, serta Pasal 13 UU Kepolisian RI No 2 tahun 2002. Atas tindakan tersebut, berarti pejabat negara ini mencederai fungsi Polri di wilayah Riau.
Koordinator demo bernama Herning Perwira selaku mengatakan pihaknya telah mengantongi beberapa bukti kongkrit atas keterlibatan AKBP S. "Kita sangat kecewa atas manuver politik praktis yang dilakukan AKBP S ini. Kita punya cukup bukti, seperti foto baleho sebagai bentuk dukungan nya kepada salah satu calon gubernur," terangnya.
Puluhan pendemo gabungan yang terdiri dari Universitas Islam Riau dan UR ini, mendesak agar Kapolda Riau segera mengusut dan melaporkan kasus ini kepada Kapolri Jendral Sutarman, Kompolnas Djoko Suyanto, dan Propam Mabes Polri Irjen Herman Efendi, untuk segera ditindak sesuai hukum.
Setelah menyampaikan orasinya, Polda Riau yang diwakili oleh Kompol Sugeng, selaku Kasi Pasdal Subdit Dalmas Direktorat Sabhara Polda Riau akhirnya menemui puluhan pendemo ini. Dalam hal ini, Polda Riau berjanji akan segera melanjutkan laporan tersebut, dan segera melakukan pendalaman, terkait apakah benar tindakan ini dilakukan oleh AKBP S.
Setelah menerima jawaban dari perwakilan Polda Riau ini, kemudian masa pendemo membubarkan diri. Meski sempat menimbulkan kemacetan, namun aksi ini berlangsung singkat dan tertib, dengan dikawal oleh puluhan aparat kepolisian.
| merdeka.com