Raja Arab Belum Balas Surat SBY, Satinah Dipancung Besok?

Rabu, 02 April 2014

post

Aktivis buruh migran doa bersama untuk Satinah di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta (foto: Dede Kurniawan)
Aktivis buruh migran doa bersama untuk Satinah di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta (foto: Okezone/Dede Kurniawan)
INHILKLIK.COM, Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengutus mantan Menteri Agama, Maftuh Basyuni, ke Arab Saudi untuk menemui keluarga korban pembunuhan oleh TKI asal Ungaran, Jawa Tengah, Satinah.

Maftuh mengemban misi melobi keluarga korban, Nura al Gharib, agar batas penyerahan uang tebusan bisa diundur.

"Intinya meminta eksekusi yang deadline-nya pada 3 April bisa diundur," kata Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, di Kompleks Kantor Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (2/4/2014).

Pemerintah, lanjut Julian, terus berjuang agar Satinah tidak jadi dihukum pancung oleh Kerajaan Arab Saudi.

"Ini yang kita perjuangkan dengan konsekuensi pemerintah sekuat tenaga membebaskan Satinah," terangnya.

Kendati demikian, Julian belum bisa memastikan apakah Satinah jadi dieksekusi besok atau tidak. Pasalnya, SBY belum mendapat surat balasan dari Raja Arab Saudi.

"Saya belum menerima balasan bahwa satgas telah berangkat ke sana, ada keringanan atau kepastian bahwa satinah tidak dieksekusi," tuturnya. | okezone