Pengalihan, Keritang (Inhilklik) - Kondisi jembatan penghubung di Jalan Lintas Samudra (Jalinsam), tepatnya di Tanjung Jaya Desa Pengalihan Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) rusak parah.
Jembatan yang dibangun di jaman Jepang itu, terkesan tidak diperhatikan oleh pihak terkait.
Penyebab utama kerusakan jembatan itu karena dilintasi armada angkutan batu bara milik PT Riau bara harum (PT RBH). Kerusakan itu membuat masyarakat cemas karena konstruksi besi sudah tua, beralaskan papan, dan tonase angkutan perusahaan dengan berat 30-40 ton per hari.
Keluhan disampaikan warga Desa Pengalihan, Tahir (40). Dia khawatir jembatan besi di Tanjung Jaya Desa Pengalihan tersebut tidak mampu bertahan lebih lama lagi. Untuk mengantisipasi kerusakan parah, pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan diminta membatasi tonase angkotan yang melintas.
''Jembatan besi ini bisa makan korban jika tidak segera diantisipasi. Kalau kendaraan roda empat mau melintas harus antri dengan kendaraan yang berlawanan arah,'' kata Taher yang mengaku sudah 5 tahun tinggal tidak jauh dari jembatan besi tersebut.
Hal senada juga dikeluhkan Ketua Bandan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unisi Tembilahan, M As'at. Menurutnya, bukan hanya kondisi jembatan yang dikhawatirkan oleh masyarakat tapi juga kondisi jalan.
Dikatakan M As'at, jika muatan mobil batubara milik PT RBH terus mencapai 30-40 ton maka jalan dan jembatan sepanjang jalinsam akan rusak. ''Kita akan sampaikan kondisi ini kepada pemerintah daerah,'' ucap M As'at.
Kepala Dinas Perhubungan Inhil yang dikonfirmasi tentang kerusakan jalan ini belum bisa dihubungi (*)
Source: halloriau.com