Pemasaran Hasil Perikanan Di Inhil Dinilai Belum Maksimal

Jumat, 24 Januari 2014

post

Ikan laut (Foto:Int)
Kuala Enok (Inhilklik) - Pemasaran hasil perikanan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang sebagian besar daerahnya merupakan perairan, dinilai masih belum maksimal, sehinga peningkatan kesejahteraan nelayan Inhil masih jalan di tempat.

Hal ini diungkapkan Sulaiman (49), salah seorang penampung hasil tangkapan laut nelayan di Kuala Enok, Jumat (24/1). Menurutnya, sektor pemasaran yang belum dikelola dengan baik menjadi titik lemah kemajuan potensi perikanan yang besar di Inhil.

“Untuk meningkatan perekonomian masyarakat nelayan di Inhil ini, bantuan alat tangkapan kepada nelayan, seperti pompong, jaring, belat dan sebagainya bukan menjadi harapan utama kepada pemeirntah. Yang terpenting diperlukan nelayan ialah bagaimana sistem pemasaran hasil tangkapan mereka terjual,” jelas Sulaiman.

Ia melihat, rata-rata bantuan berbagai peralatan tangkapan ikan yang diberikan oleh Pemerintah belum mampu menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi nelayan.. bahkan tidak sedikit dari bantuan yang diberikan akhirnya dijual oleh nelayan karena ekonomi mereka tidak kunjung ada perubahan.

Untuk itu harapnya, jika pemerintah ingin melakukan upaya peningkatan  kesejahteraan nelayan di Inhil, Pemerintah harus ikut andil untuk memantapkan sektor pemasaranan hasil perikanan itu sendiri. Karena merosotnya perekonomian nelayan sebagian besar diakibatkan lemahnya sektor pemasarannya.

“Kita bisa lihat sendiri nelayan Inhil selama ini tidak berkembang karena persoalan harga yang tergantung dan dimonopoli oleh pada toke ikan, sehingga ekonomi nelayan jalan ditempat,” tambahnya.

Padahal secara geografis, Kabupaten Indragiri Hilir memiliki luas lautan mencapai 6,318 km2 dan perairan umum 888.97 km2 dengan potensi perikanan yang besar.

Hal senada juga dikatakan Ahmad . nelayan dari daerah kecamatan Mandah. Menurutnya, belum maksimalnya sektor pemasaran hasil tangkapan nelayan di Inhil selain berdampak pada menurunnya perekonominan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, para nelayan juga tidak mampu keluar dari monopoli harga toke ikan.

“Kita berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantuan fisik saja, namun juga bantuan yang sifatnya pemberdayaan petani nelayan, sehingga sedikit banyak SDM (sumber daya manusia) pengelolaan hasil potensi perikanan itu bisa bertambah, dan harga jual tangkapan nelayan bisa naik,“ ujarnya. (*)



Source: infopublik.kominfo.go.id