Perjuangan Warga Tanjung Simpang Mendapat Layanan Kesehatan, Bertaruh Waktu dan Ombak

Sabtu, 12 Oktober 2024

Pelangiran — Bagi warga Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, mendapatkan layanan kesehatan lengkap bukanlah perkara mudah. Dengan fasilitas medis yang terbatas, mereka harus bertaruh waktu dan menghadapi ombak laut demi sampai ke pusat pelayanan kesehatan di Tembilahan.

Di desa ini, hanya ada satu Puskesmas Pembantu (Pustu) yang menjadi tumpuan utama warga. Sementara itu, untuk membawa pasien rujukan, desa hanya memiliki satu unit ambulans laut berupa speed boat kecil bermesin 40 PK. Perjalanan menuju Tembilahan memakan waktu 3,5 hingga 4 jam, tergantung kondisi cuaca.

“Kami berharap ada perhatian lebih dari pemerintah. Warga di sini sering menghadapi situasi darurat, sementara jarak dan fasilitas yang ada sangat terbatas,” ujar Kepala Desa Tanjung Simpang, Fery Irawan.

Bagi masyarakat Tanjung Simpang, setiap kali ada warga yang sakit parah, keberangkatan ambulans laut bukan sekadar perjalanan medis—melainkan perjuangan melawan waktu, jarak, dan ombak demi menyelamatkan nyawa.


Spead boat ambulance milik desa Tanjung Simpang

Warga membawa pasien ke pelabuhan untuk di rujuk ke tembilahan menggunakan Spead boat ambulance milik desa Tanjung Simpang

Spead boat ambulance milik desa Tanjung Simpang siap membawa pasien yang di rujuk ke Tembilahan

Warga mebawa pasien dari rumah ke pelabuhan menggunakan tandu

Pasien diturunkan dari dermaga pelabuhan ke Spead boat ambulance milik desa Tanjung Simpang

pasien tiba di dermaga pelabuhan untuk segera dirujuk ke ibu kota tembilahan.