
INHILKLIK.COM - Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan kunjungan ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kempas Jaya, Kecamatan Kempas, Kamis (21/10/2021) beberapa hari lalu.
Kegiatan tersebut dalam rangka pembukaan layanan Perawatan Dukungan Pengobatan (PDP) bagi pasien Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).
Kepala Puskesmas Kempas Jaya Suharmin, S.Km, MM mengatakan dengan adanya layanan PDP ini pasien HIV/AIDS yang ada di wilayah kerja UPT Puskesmas Kempas Jaya bisa mengambil obat di Puskesmas Kempas Jaya.
"Pasien HIV/AIDS di wilayah kerja Puskesmas Kempas Jaya tidak perlu jauh-jauh lagi mengambil obat di RS atau Puskesmas Tembilahan Kota" ujar Suharmin.
Suharmin menambahkan, Dldengan dibukanya layanan PDP di Puskesmas Kempas Jaya, pasien lebih bisa dipantau secara berkala setiap bulannya.
HIV/AIDS telah lama dikenal sebagai penyakit mematikan yang bisa menular. Namun sebenarnya, pengidap HIV/AIDS tidak perlu dijauhi.
Dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat justru sangat dibutuhkan oleh pengidap agar bisa menjalani hari-harinya dengan baik. Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mencegah penularannya.
Berikut 4 cara untuk mencegah penularan HIV/AIDS, menurut Centers for Disease Control and Prevention yang dikutip dari halodoc.com.
1. Melakukan Hubungan Seksual yang Aman
Perlu diketahui bahwa salah satu hal utama yang dapat menjadi cara penularan HIV/AIDS adalah hubungan seksual. Oleh karena itu, kamu perlu melakukan hubungan intim yang aman. Maksudnya, dengan tidak bergonta-ganti pasangan dan menggunakan kondom.
2. Hindari Obat-obatan Terlarang
Selain melalui hubungan seksual, HIV/AIDS juga dapat menular melalui penggunaan jarum suntik yang tidak steril, lho. Sebab, virus HIV dapat menular melalui darah, sehingga penggunaan jarum suntik secara bergantian dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terserang penyakit ini.
3. Bicarakan dengan Dokter
Jika didiagnosis HIV/AIDS, bicarakanlah lebih lanjut dengan dokter terkait pengobatan dan upaya-upaya mencegah penularan yang bisa dilakukan. Hal ini juga sangat disarankan untuk ibu hamil. Jika ibu hamil didiagnosis HIV, sebaiknya bicarakan kepada dokter kandungan mengenai penanganan selanjutnya dan perencanaan metode persalinan, untuk mencegah virus menular ke janin.
4. Jujur dengan Pasangan
Beri tahu pasangan jika kamu positif mengidap HIV, agar pasangan kamu bisa menjalani tes HIV. Semakin cepat terdeteksi, maka semakin dini penanganan dapat dilakukan dan perkembangan serta penularannya dapat diantisipasi.