Puskesmas Simpang Gaung Perkuat Kader Posyandu di Daerah Lokus Stunting

Senin, 22 November 2021

INHILKLIK.COM - Salah satu fokus program UPT Puskesmas Simpang Gaung, Kecamatan Gaung adalah penangangan masalah stunting.

Berdasarkan data dari Program Gizi pada tahun 2020, didapatkan 85 otang balita mengalami stunting di desa Belantaraya yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Simpang Gaung.

"Desa Belantaraya menjadi lokasi khusus (Lokus) penanganan stunting di Kabupaten Inhil pada tahun 2021 ini," ujar Kepala Puskesmas Simpang Gaung, Aprita Dewi, SST, M.K.M kepada Inhilklik.com, Senin (22/11/2021).

Dijelaskan Aprita, untuk menekan angka stunting didaerah tersebut berbagai upaya telah dilakukan pihaknya seperti penyegaran kader posyandu, penyuluhan ASI eksklusif, dan penyuluhan makanan dengan gizi seimbang.

"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut UPT Puskesmas Simpang Gaung dari kegiatan orientasi kapasitas kader dan SDM pengelola posyandu di desa lokus stunting," ujar Aprita.

Aprita mengatakan, penanganan stunting harus melibatkan semua pihak dengan melibatkan tenaga Promkes, kader KPM, perangkat Desa, kader posyandu dan bidan Desa.

"Hasil yang diharapkan yaitu pengetahuan para kader posyandu meningkat dan kader semakin ikut berperan aktif dalam mengentaskan masalah stunting," tutup Aprita.


Kegiatan penyuluhan ASI eksklusif dan makanan gizi seimbang di Desa Belantaraya.

Kegiatan penyuluhan ASI eksklusif dan makanan gizi seimbang di Desa Belantaraya.

Kegiatan penyuluhan ASI eksklusif dan makanan gizi seimbang di Desa Belantaraya.

Penyegaran kader posyandu sebagai upaya penanganan stunting di Desa Belantaraya.

Kegiatan penanganan stunting melibatkan semua pihak seperti tenaga Promkes, kader KPM, perangkat Desa, kader posyandu dan bidan Desa.

Foto bersama usai kegiatan.

Foto bersama para kader Posyandu Desa Belantaraya.