INHILKLIK.COM, KUINDRA - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga ( TP-PKK ) Desa Sungai Buluh Siti Masyzita menghadiri peringatan Maulid Nabi yang dilaksanakan di Masjid Syuhada Desa Sungai Buluh Kecamatan Kuala Indragiri, Minggu (11/12)
Peringatan Maulid Nabi tersebut dipenuhi oleh kehadiran masyarakat setempat dan dihadiri ustazah nur azijah dari tembilahan. Kepada inhil klik Siti Masyita mengatakan, peringatan tersebut dapat menambahkan kecintaan kepada nabi muhammad SAW.
Sementara itu, ustazah dalam tausiahnya menguraikan Rasullullah SAW diciptakan oleh Allah dengan kesempurnaan akhlak yang sangat mulia sebagai pedoman, sebagai acuan, sebagai contoh bagi umatnya. Telah sampaikah kepada kita betapa mulianya akhlak rasulullah, bukankah beliyau yang menjenguk tetangga yang membencinya, bukannkah beliyau yang menyuapi yahudi buta yang senantiasa menghinanya, sebut ustazah.
Lalu mengapa kita lupa, tambahnya lagi bukankah Rasulullah yang mengasihi anak yatim, senang menyambung silaturrahmi, hormat kepada orang tua, santun dalam berkata, tidak pernah mencaci dan mencela, tidak menyimpan dendam. Sebagai umat nabi Muhammad sudah seharusnya kita mencontoh apa yang telah ia contohkan kepada umatnya, tetapi ironis selaki dengan apa yang terjadi sekarang ini.
benar sekali perbedaan kita dengan Rasul hanya pada sedikit kata sedikit saja. Kalau Rasul sedikit makan, kita sedikit sedikit makan, kalau rasul sedikit sedikit baca Al-qur`an, kita sedikit baca al-qur`an, Kalau rasul sedikit sedikit bersedekah, kita sedikit sekali bersedekah imbuhnya. Kejadian seperti itu dikatakan nur azijah, pernah terjadi pada zaman Rasulullah SAW. Oleh karena itu disebutkan dalam sejarah nabi, yaitu jaman jahilliyah atau jaman kebodohan. Lalu kondisi itu berangsur membaik ketika Rasulullah SAW mulai menyampaikan risalahnya.
Pada kesempatan itu dirinya juga mengajak bersama – sama untuk membenahi kembali akhlak, kembali pada ajaran allah, melaksanakan apa yang dicontohkan Rasulullah, agar kita benar – benar menjadi umat yang baik yang akan mendapatkan syafaat di hari akhir nanti. (ADV)
Peringatan Maulid Nabi tersebut dipenuhi oleh kehadiran masyarakat setempat dan dihadiri ustazah nur azijah dari tembilahan. Kepada inhil klik Siti Masyita mengatakan, peringatan tersebut dapat menambahkan kecintaan kepada nabi muhammad SAW.
Sementara itu, ustazah dalam tausiahnya menguraikan Rasullullah SAW diciptakan oleh Allah dengan kesempurnaan akhlak yang sangat mulia sebagai pedoman, sebagai acuan, sebagai contoh bagi umatnya. Telah sampaikah kepada kita betapa mulianya akhlak rasulullah, bukankah beliyau yang menjenguk tetangga yang membencinya, bukannkah beliyau yang menyuapi yahudi buta yang senantiasa menghinanya, sebut ustazah.
Lalu mengapa kita lupa, tambahnya lagi bukankah Rasulullah yang mengasihi anak yatim, senang menyambung silaturrahmi, hormat kepada orang tua, santun dalam berkata, tidak pernah mencaci dan mencela, tidak menyimpan dendam. Sebagai umat nabi Muhammad sudah seharusnya kita mencontoh apa yang telah ia contohkan kepada umatnya, tetapi ironis selaki dengan apa yang terjadi sekarang ini.
benar sekali perbedaan kita dengan Rasul hanya pada sedikit kata sedikit saja. Kalau Rasul sedikit makan, kita sedikit sedikit makan, kalau rasul sedikit sedikit baca Al-qur`an, kita sedikit baca al-qur`an, Kalau rasul sedikit sedikit bersedekah, kita sedikit sekali bersedekah imbuhnya. Kejadian seperti itu dikatakan nur azijah, pernah terjadi pada zaman Rasulullah SAW. Oleh karena itu disebutkan dalam sejarah nabi, yaitu jaman jahilliyah atau jaman kebodohan. Lalu kondisi itu berangsur membaik ketika Rasulullah SAW mulai menyampaikan risalahnya.
Pada kesempatan itu dirinya juga mengajak bersama – sama untuk membenahi kembali akhlak, kembali pada ajaran allah, melaksanakan apa yang dicontohkan Rasulullah, agar kita benar – benar menjadi umat yang baik yang akan mendapatkan syafaat di hari akhir nanti. (ADV)
