INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Hari pertama digelar Ujian Nasional diseluruh sekolah menengah atas dan sederajat di Kabupaten Indragiri Hilir ( Inhil) berlangsung lancar. Bupati Indragiri Hilir HM Wardan MP meninjau langsung disejumlah sekolah yang ada di Kota Tembilahan. Dinatarnya SMA N 1 Tembilahan Hulu, SMA Nurul Jihat, SMA Sabilal dan SMKN W Tembilahan.
Sebagaimana diharapkan bupati ingin ujian nasional ini berjalan dengan lancar tidak ada kendala. Dari hasil pantauan yang dilakukan tidak ada siswa kata bupati yang tidak hadir semua hadir.
"Mudah-mudahan semua mendapatkan hasil terbaik lulus dengan nilai yang maksimal," kata bupati saat meninjau UN didampingi Kadisdi Drs Syaifuddin, Bunda PAUD Hj Zulaikhah, Senin (4/4).
Untuk tahun 2016 ini ada sebanyak 6880 siswa-siswa yang mengikuti UN.di Inhik terdapat jumlah sekolah SMA 41 ,MA 52, SMK 17, paket c 10. Pengawasan sekolah pada saat ujian dilakukan dengan sitem silang dimana guru pengawas ditempatkan pada sekolah yang berbeda.
Dari persiapan yang sudah dilakukan sebelum pelaksanaan UN bupati mengharapkan peserta didik dapat berhasil. "Dengan persiapan-persiapan yang kita lakukan seperti mengadakan Try Out mudah-mudahan pada saat ujian ini memberikan kemudahan bagi peserta didik," ujarnya.
Dari sisi ketersediaan soal dan lembar jawaban pada sat UN 2016 ini tidak ada masalah semua terpenuhi. Sampai hari terakhir pelaksanaan UN kata bupati semoga sukses lancar kemudian peserta didik dapat mengikuti semua.
UN wajib diikuti oleh siswa meski sedang sakit UN harus tetap diikuti, untuk tahun ini terdapat 1 orang siswa yang melaksanakan UN di Lapas Tembilahan karena tersandung hukum."Ya, dimana saja wajib untuk mengikuti UN, meski sakit tetap diusahakan untuk ikut," kata Wardan.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Inhil Drs Syaifuddin menjelaskan penyebaran soal UN dan lembar jawabannya sudah terlaksana dengan baik. pendistribusiannya dilakukan dalam 4 tahapan dimana daerah yang jauh berada dari ibu kota lebih dahulu didistribusikan soal UN.
"Sekarang pelaksanaannya serentak disemua sekolah. pendistribusian soal sudah kita lakukan dari jauh hari dengan 4 tahap. Daerah yang jauh kita kirim lebih dulu sementara disasanya berada ibu kota kabupaten kita distribusikan menjelang hari H pelaksanaan, " jelas Syaifuddin.
Selama pelaksaan UN peserta didik diminta untuk tetap menjaga kesehatan, mengulang pelajaran sehingga dari awal hingga berakhirnya UN peserta didik dapat mengikutinya dengan baik. (Advertorial/ITC)
Sebagaimana diharapkan bupati ingin ujian nasional ini berjalan dengan lancar tidak ada kendala. Dari hasil pantauan yang dilakukan tidak ada siswa kata bupati yang tidak hadir semua hadir.
"Mudah-mudahan semua mendapatkan hasil terbaik lulus dengan nilai yang maksimal," kata bupati saat meninjau UN didampingi Kadisdi Drs Syaifuddin, Bunda PAUD Hj Zulaikhah, Senin (4/4).
Untuk tahun 2016 ini ada sebanyak 6880 siswa-siswa yang mengikuti UN.di Inhik terdapat jumlah sekolah SMA 41 ,MA 52, SMK 17, paket c 10. Pengawasan sekolah pada saat ujian dilakukan dengan sitem silang dimana guru pengawas ditempatkan pada sekolah yang berbeda.
Dari persiapan yang sudah dilakukan sebelum pelaksanaan UN bupati mengharapkan peserta didik dapat berhasil. "Dengan persiapan-persiapan yang kita lakukan seperti mengadakan Try Out mudah-mudahan pada saat ujian ini memberikan kemudahan bagi peserta didik," ujarnya.
Dari sisi ketersediaan soal dan lembar jawaban pada sat UN 2016 ini tidak ada masalah semua terpenuhi. Sampai hari terakhir pelaksanaan UN kata bupati semoga sukses lancar kemudian peserta didik dapat mengikuti semua.
UN wajib diikuti oleh siswa meski sedang sakit UN harus tetap diikuti, untuk tahun ini terdapat 1 orang siswa yang melaksanakan UN di Lapas Tembilahan karena tersandung hukum."Ya, dimana saja wajib untuk mengikuti UN, meski sakit tetap diusahakan untuk ikut," kata Wardan.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Inhil Drs Syaifuddin menjelaskan penyebaran soal UN dan lembar jawabannya sudah terlaksana dengan baik. pendistribusiannya dilakukan dalam 4 tahapan dimana daerah yang jauh berada dari ibu kota lebih dahulu didistribusikan soal UN.
"Sekarang pelaksanaannya serentak disemua sekolah. pendistribusian soal sudah kita lakukan dari jauh hari dengan 4 tahap. Daerah yang jauh kita kirim lebih dulu sementara disasanya berada ibu kota kabupaten kita distribusikan menjelang hari H pelaksanaan, " jelas Syaifuddin.
Selama pelaksaan UN peserta didik diminta untuk tetap menjaga kesehatan, mengulang pelajaran sehingga dari awal hingga berakhirnya UN peserta didik dapat mengikutinya dengan baik. (Advertorial/ITC)
