![]() |
| Mantan Kades Pengalihan, Abd. Rasyid (kiri), Kades Pengalihan sekarang, Buhari (kanan) |
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Kisruh antara para Ketua RT dan RW dengan Kepala Desa Pengalihan, Kecamatan Enok membuat mantan Kades sebelumnya Abd. Rayid angkat bicara.
Mau tidak mau, terakait sejumlah RT dan RW yang diangkat pada jamannya Ia menjabat, membuat posisi Abd. Rasyid pun dikait-kaitkan.
Kepala Desa yang baru, Buhari menuding pengangkatan beberapa RT dan RW pada masa kepemimpinan Abd. Rasyid tidak melalui musyawarah sebagaimana yang diatur dalam Perda Kabupaten Inhil no 17 tahun 2008. Hal inilah yang dijadikan alasan Buhari untuk melakukan "penyegaran".
"RT dan RW kemren penunjukannya banyak yang tak jelas, dengan terpilihnya saya ada sebagian masyatakat yang menginginkan adanya pembaharuan untuk lebih baik," ungkap Buhari kepada Inhilklik.com sepekan yang lalu.
Tudingan ini dibantah oleh Abd. Rasyid, Ia menjelaskan bahwa pengangkatan RT dan RW pada masa Ia menjabat sudah sesuai dengan peraturan yang ada, para RT dan RW dipilih secara musyawarah.
"Itu tidak benar, semua RT dan RW adalah hasil musyawarah yang dipimpin oleh Kepala Dusun dan disepakati oleh masyarakat setempat, yang ditunjuk itu apabila masyarakat tidak mau (musyawarah) atau tidak ada yang sanggup atau menyanggupi, itu baru kita lakukan penunjukan langsung, itu juga melalui musyawarah kita bersama dengan BPD dan meminta pendapat dari tokoh masyarakat dan tokoh agama," ujar Rasyid, Sabtu (06/02/2016).
Rasyid berharap kepada Kades yang baru agar mampu merangkul semua golongan tanpa pandang bulu dan tebang pilih. Ia berharap masyarakat kembali kompak untuk mendukung pembangunan.
"Jangan ada tebang pilih, mari rangkul semuanya. Yang menang ya terimakasih, yang kalah saya merasa legowo. Pimpinlah dengan baik, sekurang-kurangnya melebihi, jika menurun saya sangat kecewa. (Ard)
