INHILKLIK.COM, JAKARTA - Usai prosesi siraman Kahiyang Ayu, Presiden Jokowi dipastikan langsung meninggalkan putrinya yang dipersunting Bobby Nasution. Sebab, Jokowi memiliki agenda lain.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan membagikan 10.200 sertifikat tanah di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Selasa (7/11).
10 Ribu lebih sertifikat tersebut merupakan sertifikat tanah dari Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL).
Pembagian sertifikat dilakukan Jokowi usai prosesi siraman putrinya, Kahiyang Ayu yang berlangsung di kediamannya, Jalan Kutai Utara, Sumber, Banjarsari, Solo.
Setelah acara siraman, Presiden langsung bertolak menuju ke Sragen.
Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Tengah, Heri Santoso menjelaskan, sertifikat yang dibagikan oleh Presiden tidak hanya milik warga setempat.
Melainkan juga ada sertifikat milik warga yang ada di eks Karesidenan Surakarta atau Solo Raya.
“Enam kabupaten tersebut diantaranya, Sragen, Wonogiri, Karanganyar, Klaten, Boyolali dan Sukoharjo. Sedangkan Solo tidak,” katanya kepada wartawan, Senin (6/11).
Tidak masuknya Kota Solo untuk mendapatkan sertifikat karena sudah menjadi kota lengkap.
“Artinya, hampir semua tanah di Solo sudah bersertifikat atau tersertifikasi. Makanya Kota Solo tidak masuk dalam program PTSL ini,” ujarnya.
Heri menambahkan, pembagian sertifikan di Sragen hanya simbolis saja. Nantinya dari setiap kabupaten ada 12 perwakilan yang akan menerima sertifikat dari Presiden.
Adapun rincian sertifikat yang dibagikan, Kabupaten Sragen mendapatkan 3.200 sertifikat, Sukoharjo 2.000 sertifikat, Karanganyar 2.000 sertifikat.
Selanjutnya Wonogiri akan mendapatkan 1.000 sertifikat, Klaten sebanyak 1.000 sertifikat dan Boyolali sebanyak 1.000 sertifikat.
Untuk tahun ini, BPN Jawa Tengah menargetkan sebanyak 630.000 bidang tanah sudah tersertifikasi.
“Kalau untuk tahun depan kita akan meningkatkan hampir dua kali lipatnya, yakni 1.200.000 bidang tanah yang tersertifikasi,” tandas Heri.
(pojoksatu)