INHILKLIK.COM, JAKARTA - Sebuah penelitian baru di Italia menyimpulkan bahwa mengunjungi tempat cuci mobil bisa mengancam jiwa.
Penelitian tersebut dipublikasikan di jurnal Annals of Hygiene, dan merinci tentang dua pria yang sakit parah setelah menghirup tetesan air yang terinfeksi dari pencucian mobil yang terpisah di Italia.
Mereka didiagnosis menderita penyakit Legionnaires. Ini adalah bentuk pneumonia parah yang menyebabkan radang paru-paru.
Legionnaires disebabkan oleh bakteri yang dikenal dengan nama Legionella. Kondisi tersebut dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa, termasuk sasak napas, gagal ginjal dan syok septik, yang terjadi saat aliran darah ke organ vital terhambat.
Gejala biasanya berkembang antara dua hingga 10 hari setelah terpapar bakteri. Tanda awalnya meliputi sakit kepala, nyeri otot, demam dan menggigil, kemudian berlanjut dengan gejala yang lebih parah seperti batuk, sesak nafas, sakit dada, mual, muntah atau diare.
Ini adalah penyakit langka, dan menyerang sekitar 500 orang di Inggris dan 6.100 di AS setiap tahun.
Bakteri Legionella umumnya tumbuh dalam jumlah besar dalam sistem air yang menjadi hangat dan tetap menganggur untuk jangka waktu yang lama, seperti sistem cuci mobil drive-through.
Peneliti dari Universitas Padua yang melaporkan kasus dua pria ini mengatakan bahwa pasien menderita penyakit Legionnaires "setelah mereka mengunjungi tempat cuci mobil terpisah di wilayah Veneto Italia."
"Setiap sumber air yang memproduksi aerosol harus dipertimbangkan berisiko menularkan bakteri legionella, termasuk instalasi pencucian mobil yang digunakan oleh sejumlah besar pelanggan dan di mana perawatannya buruk," kata peneliti.
Sayangnya, penelitian tersebut tidak merinci bagaimana pasien pulih dari penyakitanya. Namun dikatakan bahwa mobil mereka telah didesinfeksi.
rakyatku.com