INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Semenjak pelaksanaan program maghrib mengaji, Pemerintah Desa (Pemdes) Harapan Jaya, Kecamatan Tempuling mengaku, antusiasme anak-anak semakin meningkat dalam mengikuti kegiatan mengaji.
Pasalnya, anak-anak yang mengikuti jalannya program maghrib mengaji, tidak sekadar diajarkan mengaji oleh para pengajar, melainkan juga diajarkan teknik-teknik yang lebih mumpuni dalam membaca ayat maupun surah.
"Semakin bertambah antusiasme anak-anak Desa Harapan Jaya untuk mengaji. Kalau dulu hanya sebatas mengaji. Tapi, sekarang mereka juga sudah diajarkan qira'ah dan tajwid," ungkap Sekretaris Desa Harapan Jaya, Eko Sugi Santoso kepada awak media melalui sambungan seluler, Jum'at (11/11/2016).
Selanjutnya, dengan adanya program maghrib mengaji, dikatakan Eko Sugi Santoso, belakangan ini, terlihat perubahan kepercayaan diri dari anak-anak yang mengikutinya. Terbukti, dengan tingkat partisipasi Musabaqah Tilawatil Qur'an Desa Harapan Jaya yang meningkat dari tahun sebelum diluncurkannya program maghrib mengaji.
"Tentunya, peningkatan kepercayaan diri dari anak-anak ini berbanding lurus dengan peningkatan kemampuan mereka dalam membaca ayat dan surah. Tolak ukurnya adalah karena, keikutsertaan mereka dalam MTQ tingkat Desa tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun. Melainkan, merekalah sendiri yang berkeinginan untuk ikut serta," pungkasnya.
"Sebelum dilaksanakan program maghrib mengaji, cuma 100-an anak yang ikut serta dalam MTQ tingkat Desa Harapan Jaya. Sedangkan, tahun kemarin (2015, red) ada 200 anak yang menjadi peserta. Peningkatan terjadi dari tahun ke tahun. Kemungkinan ditahun ini (2016, red) akan meningkat lagi. Bisa-bisa mencapai 250 anak tahun ini," tandas Eko Sugi Santoso. (HRC)
Pasalnya, anak-anak yang mengikuti jalannya program maghrib mengaji, tidak sekadar diajarkan mengaji oleh para pengajar, melainkan juga diajarkan teknik-teknik yang lebih mumpuni dalam membaca ayat maupun surah.
"Semakin bertambah antusiasme anak-anak Desa Harapan Jaya untuk mengaji. Kalau dulu hanya sebatas mengaji. Tapi, sekarang mereka juga sudah diajarkan qira'ah dan tajwid," ungkap Sekretaris Desa Harapan Jaya, Eko Sugi Santoso kepada awak media melalui sambungan seluler, Jum'at (11/11/2016).
Selanjutnya, dengan adanya program maghrib mengaji, dikatakan Eko Sugi Santoso, belakangan ini, terlihat perubahan kepercayaan diri dari anak-anak yang mengikutinya. Terbukti, dengan tingkat partisipasi Musabaqah Tilawatil Qur'an Desa Harapan Jaya yang meningkat dari tahun sebelum diluncurkannya program maghrib mengaji.
"Tentunya, peningkatan kepercayaan diri dari anak-anak ini berbanding lurus dengan peningkatan kemampuan mereka dalam membaca ayat dan surah. Tolak ukurnya adalah karena, keikutsertaan mereka dalam MTQ tingkat Desa tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun. Melainkan, merekalah sendiri yang berkeinginan untuk ikut serta," pungkasnya.
"Sebelum dilaksanakan program maghrib mengaji, cuma 100-an anak yang ikut serta dalam MTQ tingkat Desa Harapan Jaya. Sedangkan, tahun kemarin (2015, red) ada 200 anak yang menjadi peserta. Peningkatan terjadi dari tahun ke tahun. Kemungkinan ditahun ini (2016, red) akan meningkat lagi. Bisa-bisa mencapai 250 anak tahun ini," tandas Eko Sugi Santoso. (HRC)
