INHILKLIK.COM SERGAI, Gedung dan mobiler Yayasan Pendidikan Raudhatul Athfal (RA) Al Mawadah dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Al-Washliyah yang terletak di Dusun I Desa Pematang Pelintahan Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai kondisinya sangat darurat dan memprihatinkan.
Pasalnya, bangunan yang sudah berdiri selama 70 tahun lebih ini kondisi atap dan bangunan nya sudah lapuk dimakan usia, mulai dari dinding yang sudah terlihat berlobang sampai atap seng yang nyaris rubuh.
Menurut pantauan ISN, terlihat banyak atap sekolah yang berlubang karena diterbangkan oleh angin beberapa waktu lalu, selain itu terlihat kondisi dinding yang berlobang serta kursi dan bangku yang berserakan bahkan patah.
Menanggapi ini Kasi Pendidikan Islam Kemenag Sergai Drs H Koima Siregar, MM saat dijumpai diruang kerjanya, Selasa (16/6) sore mengatakan alokasi bantuan ditingkat RA/MDTA sangat minim, jikalau pun ada bantuan itu juga dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara.
Selain itu, kita harapkan harus dibentuk Peraturan Daerah (Perda) dengan mewajibkan ijazah MDTA untuk syarat masuk ke MTs sederajat, ujarnya.
Kalau di Provinsi Sumatera Utara belum ada, sebut Koima, sepengetahuan kita di Provinsi Riau Perda itu sudah dibentuk.
Hal ini juga harus adanya kerjasama dengan pengurus Al-Washliyah Kabupaten Serdang Bedagai. Oleh karena itu, nanti kita akan berkoordinasi dengan DPRD Sergai.
"Mari kita dorong bersama agar dibentuk Perda dan pastinya dengan dibantu dukungan masyarakat,"tambahnya.
Menurut Koima Siregar, karena sekolah MDTA sangat penting dalam mengedepankan pendidikan agama dan ngaji dasar Al-Qur'an. Dan juga membentuk karakter anak menjadi paham terkait keagamaan dan membina akhlakul karimah sejak dini.
"Mari kita bergotong royong untuk membenahi perawatan Madrasah tersebut dan kita ajak orang-orang dermawan dan seluruh stakeholder demi kelanjutan pendidikan anak bangsa di masa depan sebagai tempat membentuk karakter anak-anak,"ujar Koima menutup.
(SA/*)