INHILKLIK - Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto menghadiri sosialisasi layanan sertifikat elektronik untuk pemerintah kabupaten (Pemkab) dan pemerintah kota (Pemko) se-Provinsi Riau di Gedung Daerah Balai Serindit, Pekanbaru, Rabu (3/7/2024).
Pj Gubri mengatakan, pentingnya layanan sertifikat elektronik sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pelayanan publik. Layanan tersebut merupakan langkah maju dalam proses digitalisasi dan reformasi birokrasi di Riau.
"Sertifikat elektronik diharapkan dapat mengurangi resiko kehilangan kerusakan dan berduplikasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab ini adalah bentuk upaya pemerintah untuk menyelamatkan hak atas tanah yang dimiliki masyarakat," kata Pj Gubri.
Pj Gubri menyebut, sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menjelaskan manfaat serta prosedur penggunaan layanan sertifikat elektronik yang diluncurkan oleh BPN Provinsi Riau. Dengan begitu, pengurusan hak atas tanah dapat diakses secara mudah bagi masyarakat.
"Ini juga bertujuan mewujudkan modernisasi pelayanan pertanahan guna meningkatkan indikator kemudahan berusaha dan pelayanan publik kepada masyarakat," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pj Gubri juga mengimbau agar seluruh pemerintah kabupaten/kota dapat memahami dan memanfaatkan layanan ini dengan baik, sehingga masyarakat di seluruh Riau dapat merasakan manfaatnya. Untuk itu, diperlukan komitmen bersama supaya implementasi program pemerintah berjalan lancar.
"Sebagai bentuk dukungan dan keseriusan pemerintah provinsi Riau, kami siap mendukung dan bersinergi melaksanakan serta mensukseskan program Kementerian ATR BPN dalam rangka kelancaran sertifikat elektronik di Riau," ungkapnya.
"Saya meminta Bupati/Walikota di Provinsi Riau dan seluruh elemen masyarakat untuk mendukung penuh implementasi sertifikat elektronik ini. Tentunya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat sangat diperlukan agar program ini dapat berjalan sukses dan memberi manfaat untuk seluruh masyarakat di provinsi Riau," tutupnya.**