INHILKLIK, - Sebanyak 9.912 narapidana di Provinsi Riau menerima remisi atau pemotongan masa hukuman dalam rangka memperingati HUT ke-79 RI. Dari jumlah tersebut, 134 diantaranya langsung bebas dari penjara.
Para narapidana itu menjalani masa pidana di lembaga pemasyarakatan (Lapas), rumah tahanan negara (Rutan) dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di Provinsi Riau.
Remisi diberikan secara simbolis oleh Penjabat Gubernur Riau, Rahman Hadi didampingi Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Riau, Budi Argap Situngkir, di Gedung Daerah Balai Serindit, Sabtu (17/7/2024).
Remisi yang diberikan berupa Remisi Umum (RU-1) atau tetap menjalankan hukuman dan RU-II atau langsung bebas.
"9.912 narapidana dan anak binaan yang tersebar di berbagai Lapas, Rutan dan LPKA di wilayah Riau dengan rincian RU-I sebanyak 9.778 orang, sementara itu 134 orang lainnya langsung bebas," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Riau, Budi Argap Situngkir.
Budi Argap menyampaikan, kasus narkotika mendominasi jumlah narapidana yang mendapatkan remisi, yakni 5.671 orang. Disusul kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) 80 orang, ilegal logging 20 orang, ilegal fishing 1 orang, dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) 12 orang.
Dia menegaskan, pemberian remisi oleh pemerintah tidak secara sukarela tapi bentuk apresiasi negara atas perubahan perilaku para narapidana yang telah menunjukkan sikap baik selama menjalani masa pidana.
"Penerima remisi sudah memenuhi syarat administrasi dan substantif seperti berkelakuan baik dan mengikuti program pembinaan dengan baik," kata Budi Argap.
Budi Argap berpesan kepada seluruh warga binaan yang mendapat remisi menjadikan momentum ini sebagai sebuah motivasi untuk selalu berperilaku baik, mematuhi aturan yang berlaku, mengikuti program pembinaan dengan giat dan sungguh-sungguh.
Lanjut Budi Argap, jumlah narapidana dan tahanan di seluruh lembaga pemasyarakatan di Riau saat ini sebanyak 15.088 orang. Sementara itu, kapasitas daya tampung yang tersedia hanya sebesar 4.555 orang.
"Hal ini mengakibatkan over kapasitas mencapai 331 persen," pungkasnya.