INHILKLIK.COM, PEKANBARU - Seorang anggota Polres Indragiri Hilir (Inhil), Aiptu Syamsul Bahri (44) babak belur dikeroyok sejumlah pelaku diduga personel Brimob. Selain dianiaya, korban juga diborgol pelaku.
Kejadian bermulanya saat sejumlah oknum Brimob mendatangi Syamsul. Mereka langsung menghajar korban dan memborgolnya. "Pengakuan pelapor memang saat kejadian dirinya juga diborgol," kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Arianto, Minggu (5/6/2016).
Akibat penganiyaan itu, korban mengalami luka lebam di perut dan dadanya. Menurut pengakuan Syamsul, pelakunya berinisial Bripda DK dan beberapa temannya.
Kasus pengeroyokan sesama polisi itu terjadi pada 2 Juni 2016 sekira pukul 22.30 WIB. Saat itu, Syamsul Bahri berjumpa dengan DK yang sudah dikenalnya di sebuah tempat dalam Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau.
Pelaku meminta korban mencarikan mobil untuk dibelinya. Korban menyanggupi, dan sebagai tanda jadi pelaku menyerahkan uang muka Rp50 juta kepada Syamsul Bahri.
Selang beberapa waktu, pelaku menghubungi korban menanyakan mobil dan uangnya. Di sana terjadi keributan. DK bersama teman-temannya kemudian datang ke rumah korban untuk meminta kembali uang Rp50 juta.
Saat itu terjadilah adu mulut. Pelaku bersama temannya kemudian menghajar korban hingga babak belur sebelum meninggalkannya.
"Kita berharap kedua belah pihak berdamai saja. Persoalan ini hanya kesalahpahaman saja. Kita kadang di keluarga, pertemanan dan lainnya ada persilisihan. Apalagi sesama anggota polisi tentu juga ada kesalahpahaman juga," ujar Toni. (okezone)
