![]() |
| Pusat pelayanan keamanan terpadu dibangun dengan dana DMIJ, pada tahun 2015 dibangun di 59 Desa. |
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD), H Yulizal membantah adanya isu-isu program unggulan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) tidak berhasil.
Sorotan itu sering mencuat dibeberapa penjabat dan kalangan masyarakat publik di Inhil. Namun, isu-isu miring tersebut tidak membuat Yulizal pesimis dalam pelaksanaan program DMIJ tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Yulizal saat diwawancarai awak media, Senin (16/5) diruanganya. Beliau mengatakan, DMIJ terealisasi dengan baik, sebab, sudah masuk ketahap sosialisasi.
“Saya terima-terima saja tuduhan dan isu yang tidak baik dengan program DMIJ. Tapi kita sudah bekerja dan memantau langsung dibeberapa desa. Semua data DMIJ kita rekap,” ujar Yulizal, Senin (16/5/2016).
Ditambahkamnya Pemda Inhil tetap optimis dengan program DMIJ yang ada diseluruh pelosok desa, sebab, program ini jika terealisasi dengan baik, insyallah masyarakat akan sejahtera.
“Jika program ini sukses dan terealisasi, maka permasalahan yang ada di tiap-tiap desa 100 persen terbenahi. Sebab anggaran yang digelontorkan pemerintah tidak sedikit. Bahkan 1 desa bisa mencapai Rp500 juta sampai Rp750 juta, maka dari setiap desa wajib membangun perubahan secara siknifikan,” tukasnya.
Dengan anggaran tersebut, harapan Pemda, pembangunan harus tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Contoh, bagi petani membutuhkan tanggul, dan perbaikan perkebunan. Dan pembangunan badan jalan, jembatan mini dan lain sebagainya.
“Dari total desa mencapai 196 desa dengan dikucurkan anggaran 117 Miliyar rupiah yang tersebar diseluruh desa di Inhil. Bayangkan saja jika ini berjalan dengan baik dan lancar, kemajuan desa akan tercapai 100 persen,” tutup Yurizal. (Inhilpunya)
