MENU TUTUP

Seni Patung Jerami di Jepang Pukau Wisatawan

Selasa, 10 Oktober 2017 | 16:16:11 WIB
Seni Patung Jerami di Jepang Pukau Wisatawan

Setiap musim panen padi tiba, setiap daerah di belahan dunia ini akan melakukan serangkaian tradisi. Tradisi yang dilakukan tersebut tidak lain karena sebagai bentuk ucapan syukur atas hasil panen yang baik.

Di Ngawi Jawa Timur, saat musim penen tiba masyarakat setempat akan menggelar tradisi perang nasi sebagai wujud syukur. Salah satu daerah di Jepang ini pun melakukan tradisi yang berbeda dan unik.

Loading...

Prefektur Niigata di Jepang utara ini memiliki tradisi unik yang digelar selama musim panen padi tiba. Selama musim panen padi tiba, daerah tersebut akan menggelar tradisi Wara Art Festival. Sebuah festival yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa dan masyarakat setempat untuk membuat patung binatang raksasa yang berasal dari jerami padi.

Dilansir dari Tobeeko, Selasa 10 Oktober 2017, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh menumpuknya sisa jerami kala itu. Biasanya jerami padi banyak digunakan untuk memproduksi berbagai barang di Jepang, seperti tikar tatami.

Namun kini bahan pembuatan barang tersebut telah digantikan oleh kayu dan plastik. Sehingga pada 2006, masyarakat petani setempat pergi ke Musashino Art University untuk mencari panduan penggunaan kembali jerami padi dalam jumlah banyak untuk menciptakan sesuatu yang baru.

Setelah melalui beberapa pemikiran dan diskusi, mereka memutuskan untuk menciptakan seni berupa patung yang terbuat dari jerami.

Sejak saat itu mulai tahun 2008, mulailah  kolaborasi kreatif antara divisi pariwisata kota dan Musashino Art University di Taman Uwasekigata. Dan sejak itu, mahasiswa Musashino bekerja sama untuk mengisi ladang Niigata dengan patung binatang raksasa yang terbuat dari jerami padi terikat, dan mereka sudah melakukannya setiap tahun.

Memasuki tahun ke-10, tahun ini para peserta telah membangun patung hewan dua kali lebih besar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Mulai  dari patung jerami gorila, buaya, singa, badak hingga banteng.

Festival yang berlangsung pada Oktober hingga November ini, wisatawan dapat melihat secara langsung jerami raksasa ini dan tak lupa dapat diabadikan langsung melalui kamera. (viva)



Loading...

[ Ikuti Terus InhilKlik Melalui Media Sosial ]







InhilKlik.com
di Google+
Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
Loading...
TERPOPULER +
1

‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru

2

Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil

3

Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran

4

DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi

5

Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa

6

PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa

7

Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan