MENU TUTUP

Oposisi Duga Assad Gunakan Senjata Kimia "Agen 15"

Kamis, 22 Agustus 2013 | 03:53:00 WIB
http://media.viva.co.id/thumbs2/2013/08/22/218839_bocah-korban-serangan-senjata-kimia-rezim-bashar-al-assad-di-ghouta--suriah_663_382.JPGSuriah (Inhilklik) - Kelompok oposisi Suriah mengatakan bahwa rezim Bashar Al-Assad menggunakan senjata kimia jenis "Agent 15" dalam membantai rakyat di Ghouta, Rabu kemarin. Hal ini bisa dilihat dari berbagai gejala yang ditimbulkan dan bekas-bekas pada korban tewas.

Diberitakan CNN, Kamis 22 Agustus 2013, beberapa aktivis oposisi mengatakan bahwa zat kimia berbahaya ini pernah digunakan oleh Assad di rudal-rudal tank yang menghujani kota Homs, Desember lalu. Zat yang biasa memiliki nama lengkap 3-quinuclidinyl benzilate atau disingkat BZ ini menyerang sistem syaraf peripheral dan pusat.

Menurut lembaga Physicians for Human Rights, BZ mengganggu kesehatan mental seperti memicu halusinasi, pusing, linglung, menyebabkan selaput lendir pada mata, mulut, kulit kering, pupil menciut, pandangan kabur, mual dan muntah.

Semua gejalanya persis seperti yang diungkapkan dokter di Ghouta, dilansir The Cable. "Semua korban mengalami miosis. Mereka juga mengalami sakit pada otot. Gejala terberat adalah kerusakan syaraf pusat, kejang keseluruhan maupun sebagian," ujar seorang dokter.

Sumber lainnya mengatakan bahwa senjata yang digunakan adalah sarin. Menurut salah seorang dokter, gas beracun ini tidak berbau, tidak berasap, sama sekali tidak berbentuk. Tapi tiba-tiba, seseorang bisa langsung jatuh sakit bahkan tewas.

"Tidak berbau, berasap atau apapun yang mengindikasikan gas beracun. Lalu gejalanya muncul.  Mereka batuk parah. Mata serasa terbakar. Pupil menciut, pandangan kabur. Lalu mereka sulit bernafas. Bahkan yang paling ekstrem, mereka muntah dan kehilangan kesadaran," ujarnya.

Namun seperti tudingan sebelumnya, dugaan kali ini tidak bisa ditelusuri kebenarannya. Selain karena media sulit masuk ke Suriah, delegasi penyidik PBB juga belum diperintahkan menyelidikinya.

Menurut pernyataan Koalisi Nasional Suriah, senjata kimia dijatuhkan oleh pesawat tempur Suriah di beberapa wilayah Ghouta, seperti Joubar, Zamalka, Ain Tarma dan Moadamiya. Sebanyak 1.300 orang tewas pada dini hari Rabu itu.

Abu Nidal, salah seorang warga mengaku menemukan para korban tewas di tempat tidur mereka. Dia mengatakan, para korban seperti terlihat sedang tidur, padahal mereka sudah tewas.

"Kami memasuki satu rumah dan semuanya masih tertata rapi. Semua orang masih ada di tempatnya. Mereka berbaring di tempat yang seharusnya. Mereka seperti tertidur," kata seorang warga di Erbin kepada Reuters, saat mengevakuasi para jenazah. (VIVA)



Loading...

[ Ikuti Terus InhilKlik Melalui Media Sosial ]







InhilKlik.com
di Google+
Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
Loading...
TERPOPULER +
1

Lapas Tembilahan Gelar Razia Kamar Hunian, Sejumlah Barang Terlarang Diamankan

2

BRI Branch Office Tembilahan dan Bea Cukai Perkuat Sinergi Dukung Ekonomi Inhil

3

Tim Damkar PT GIN Berjibaku Sembilan Hari Jinakkan Api di Sungai Panglor

4

PT GIN Kerahkan 38 Personel dan Peralatan, Bantu Padamkan Kebakaran Lahan Masyarakat di Kecamatan Gaung

5

PWI Inhil Bentuk Panitia Konfercab VI, Faisal Martinus Dipercaya Memimpin Persiapan Agenda Forum Tertinggi Organisasi

6

PT GIN, Sambu Group dan Oscar Group Komitmen Dukung Percepatan Pembangunan Islamic Center Inhil

7

PT GIN Serahkan Sarana Damkar dan 280 Kotak Masker untuk Cegah ISPA di Tiga Kecamatan