Pasca Berontak, Napi Sialang Bungkuk Larang Sipir dan Polisi Masuk. Kecuali ...
INHILKLIK.COM, PEKANBARU - Meski telah dinyatakan aman dan kondusif, ternyata hingga saat ini yang bisa masuk bebas dan diterima oleh para nara pidana (Napi) yang berada di Rutan Sialang Bungkuk hanya pihak TNI.
Sementara dari pihak kepolisian dan lapas sendiri masih terjadi perselisihan bahkan saling baku hantam satu sama lain.
Hal tersebut diungkapkan Kapolda Riau Brigjen Zulkarnain Adinegara ketika diwawancarai wartawan usai melakukan pengecekan dari jarak jauh di dalam Lapas tersebut.
Baca Juga : Pimpinan dan Petugas Rutan Sialang Bungkuk Dicopot Terkait Tahanan Kabur
"Itu wajar, karena yang memasukkan mereka itu ke sini adalah pihak kepolisian. Wajar saja mereka tidak menerima kami. Bukan hanya kami yang tidak diterima tapi pihak rutan sendiri juga diterima mereka, tapi pihak Korem dan Kodim bisa menenangkan mereka semua dan membuat suasana lebih kondusif," jelas Kapolda Riau.
Kapolda juga mengucapkan terima kasih terhadap pihak Korem dan Kodim yang telah menenangkan seluruh napi yang nyaris bertindak anarkis. Tindakan anarkis para napi tersebut dipicu oleh ketidaknyamanan di lapas itu sendiri. Seperti makanan yang tidak layak, air bersih minim, pungli dan banyak lagi.
"Saya berharap ini segera diselesaikan, karena jika terus berlarut-larut makan tindakan potensi ricuh akan muncul lagi," papar Kapolda.
Lanjut Kapolda, berdasarkan pengecekan dari jarak jauh di seputaran lapas, kondisi lapas sudah sangat over kapasitas. Seharusnya dalam satu sel itu ada 10 sampai 15 orang tapi dipaksa diisi dengan 30 orang.
"Dari kapasitas yang hanya 387 orang harus bisa menampung 1879 orang. Tentu ini sangat tidak nyaman bagi mereka, tapi kita berharap ke depan akan ada kelonggaran. Namun juga tahanan mau nyaman ya jangan sampai masuk kesini," pungkasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau Dr. Ferdinand Siagian, SH, MM menyatakan bahwa semua tuntutan napi tersebut tentang ketidaknyamanan di dalam lapas serta penuntutan untuk perbaikan sistem akan segera dirapatkan.
"Besok semua akan kita rapatkan, semua tuntutan mereka akan kita bahas, jadi sekarang kita istirahat dululah," ujarnya.
Ditanya terkait kondisi rutan, Ferdinand mengungkapkan semua saat ini sudah mulai terkendali. Semua napi sudah masuk ke dalam blok masing-masing. Namun ada beberapa bagian lapas yang dirusak napi seperti pintu dan meja.
"Cuma itu saja yang mereka rusak, itu akan segea diperbaiki dan itu juga tidak menggangu operasional rutan Sialang Bungkuk," singkatnya. (rtc)
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
iKlik Network







